Tutup Kegiatan Retret 114 Kepala Kampung, Begini Pesan Bupati Raja Ampat

FELIX RUMPAISUM
Bupati Raja Ampat Orideko Burdam didampingi Wakil Bupati, Mansyur Syahdan dan Pejabat Forkompinda menutup secara resmi kegiatan retret Kepala Kampung Pemkab Raja Ampat. (Foto: Istimewa).

WAISAI, iNewssorongraya.idBupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam menegaskan bahwa Retret Kepala Kampung se-Kabupaten Raja Ampat Tahun 2026 tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Seluruh materi, wawasan, dan pengalaman yang diperoleh 114 kepala kampung harus segera diterapkan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan di wilayah masing-masing.

Penegasan itu disampaikan Orideko saat menutup secara resmi Retret Kepala Kampung se-Kabupaten Raja Ampat Tahun 2026 di Waisai, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak 18 Mei hingga 23 Mei 2026 itu diikuti seluruh kepala kampung dari berbagai wilayah di Kabupaten Raja Ampat.

Penutupan retret turut dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat, pimpinan organisasi perangkat daerah, unsur Forkopimda Kabupaten Raja Ampat, serta jajaran PKK tingkat distrik hingga kampung.

Dalam sambutannya, Orideko menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib. Ia mengatakan, retret tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala kampung dalam mengambil keputusan, menyusun program kerja, dan menjalankan pelayanan publik.

“Selama beberapa hari ini, kita telah melewati sesi pembelajaran yang sarat makna. Semua itu harus menjadi panduan dalam mengambil keputusan, menyusun program kerja, dan memimpin masyarakat kampung dengan lebih bijaksana serta bertanggung jawab,” ujar Bupati Orideko.

Orideko mengingatkan bahwa jabatan kepala kampung merupakan amanah publik. Menurut dia, kepercayaan masyarakat hanya dapat dijaga melalui kepemimpinan yang jujur, konsisten, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia juga meminta para kepala kampung tidak bekerja sendiri. Pemerintah kampung, kata dia, harus memperkuat koordinasi dengan pemerintah distrik dan kabupaten agar program pembangunan berjalan terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Terapkan ilmu yang telah diperoleh, perkuat koordinasi dengan pemerintah distrik dan kabupaten, serta libatkan masyarakat secara aktif dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Ingatlah, pembangunan yang sejati lahir dari bawah, dari kampung, dari tangan rakyat, dan dari kepemimpinan yang penuh dedikasi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, lanjut Orideko, akan terus mendampingi, membina, dan mengevaluasi kinerja pemerintahan kampung secara berkala. Pemkab juga menyiapkan dukungan teknis dan regulasi agar kampung-kampung di Raja Ampat dapat tumbuh menjadi wilayah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Keberhasilan kampung adalah keberhasilan kabupaten, dan keberhasilan kabupaten adalah kebanggaan kita bersama,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Orideko menyampaikan terima kasih kepada panitia, narasumber, fasilitator, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan retret tersebut. Ia berharap seluruh kepala kampung kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk memperbaiki pelayanan dan mempercepat pembangunan.

Penutupan retret ini menjadi penanda dimulainya ujian nyata bagi para kepala kampung di Raja Ampat: mengubah pembelajaran menjadi kerja konkret, serta memastikan pembangunan kampung benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network