SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Aparat gabungan Polresta Sorong Kota dan Brimob Polda Papua Barat Daya berhasil membuka sejumlah blokade jalan di Kota Sorong, Jumat (22/5/2026) dini hari, setelah aksi massa yang berlangsung sejak Kamis malam memicu kericuhan di lima titik utama.
Pembukaan blokade dipimpin langsung Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan. Polisi mengambil langkah humanis, tegas, dan terukur setelah massa tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga menyerang aparat dengan batu, kayu, botol, panah wayar, hingga bom molotov.
Blokade jalan terjadi di Kompleks Sorpus Jalan Jenderal Ahmad Yani, tikungan Kantor RRI Sorong, depan Kantor PLN, depan kompleks pertokoan Yohan, serta kawasan Pasar Jembatan Puri di Jalan Jenderal Sudirman.
Aksi tersebut dipicu protes pascapemutaran film Pesta Babi dan penolakan sebagian warga terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN. Dalam perkembangannya, massa juga menyampaikan tuntutan politik pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Situasi sempat memburuk saat polisi berupaya membuka blokade di Kompleks Sorpus. Massa melempari aparat dengan batu, kayu, botol, dan molotov. Kapolresta Sorong Kota bersama personel di lapangan bahkan nyaris terkena lemparan molotov saat berada di sekitar lokasi kericuhan.
Aparat gabungan kemudian memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan. Di kawasan Jembatan Puri, pasukan Brimob yang melakukan pembersihan blokade juga mendapat serangan batu, kayu, dan panah wayar dari sejumlah pemuda.
Polisi beberapa kali melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata setelah massa terus melakukan pelemparan. Kericuhan itu menyebabkan sejumlah personel terluka, kendaraan roda empat rusak, dan dua jurnalis dilaporkan menjadi korban luka saat meliput di lapangan.
Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, menyatakan situasi keamanan di Kota Sorong mulai terkendali pada Jumat dini hari. Polisi tetap meningkatkan patroli untuk mencegah gangguan susulan.
“Untuk situasi Kamtibmas hingga Jumat dini hari, terpantau kondusif. Memang sedikit terjadi dinamika di lapangan dengan adanya aksi ini (blokade jalan), namun bisa dilihat sendiri rekan-rekan wartawan, situasi sudah kembali kondusif,” ungkap Kombes Amry di lokasi kejadian.
Amry mengatakan, polisi tetap mengedepankan imbauan kepada massa agar tidak menyerang aparat. Ia menyebut kepolisian juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mencegah aksi meluas.
“Untuk langkah-langkah yang kami ambil, tetap kami berikan imbauan kepada adik-adik kita ini yang melakukan blokade disertai tindakan anarkisme, mereka diduga kuat dalam keadaan dipengaruhi alcohol akhirnya bisa seperti ini,” ungkapnya.
Menurut Amry, sebagian massa yang terlibat aksi diduga terprovokasi. Polisi, kata dia, masih membangun komunikasi dengan para tokoh setempat agar situasi tidak kembali memanas.
“Sementara kami berkoordinasi dengan para tokoh untuk meredam aksi ini, ini ade-ade kita juga yang terprovokasi dan melakukan aksi mereka,” ungkap Kapolresta di lokasi kejadian.
Amry menegaskan aparat masih bertahan di sekitar lokasi untuk memastikan massa tidak kembali melakukan tindakan anarkis.
“Untuk situasi sudah berhasil kita kendalikan yah, karena rekan-rekan media lihat sendiri, mereka (sekelompok pemuda) ini anarkis sekali, anggota saya malah dilempar batu, botol juga molotov, ini sangat nyata terlihat yah,” ungkap Kapolresta.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial.
Sementara itu, Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin, mengatakan polisi melakukan konsolidasi di Mako Polresta Sorong Kota setelah pembukaan blokade. Konsolidasi itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi pergerakan massa pada Jumat pagi.
Polisi juga mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kericuhan. Keempatnya masih diperiksa untuk mendalami peran masing-masing dalam aksi blokade dan penyerangan terhadap aparat.
Kericuhan di Kota Sorong menjadi perhatian aparat karena melibatkan penutupan akses jalan, serangan terhadap petugas, kerusakan kendaraan, serta korban luka dari unsur jurnalis. Polisi menegaskan pengamanan tetap dilakukan sampai situasi benar-benar kondusif.
Dengan terbukanya sejumlah blokade jalan, aparat berharap aktivitas masyarakat di Kota Sorong kembali normal. Namun, polisi tetap menyiagakan personel di titik rawan untuk mencegah aksi susulan dan memastikan keamanan warga tetap terjaga.
Editor : Chanry Suripatty
Artikel Terkait
