Ayah korban yang merupakan anggota TNI mengaku sempat menahan emosi demi kondisi psikologis anaknya.
“Saya memang sempat marah, rambut anak dibakar, kalau orang lain itu mungkin sudah datang demo ke sekolah. Tapi kami tidak,” katanya.
Di sisi lain, Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Kota Sorong, Firdina Panca Febriani, membenarkan dirinya membakar ujung rambut siswa tersebut. Namun ia membantah melakukan pemukulan.
“Saya akui itu salah,” kata Firdina saat dikonfirmasi media, Rabu (13/5/2026).
Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Kota Sorong, Firdina Panca Febriani pelaku pembakaran rambut siswa saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.
Menurut Firdina, tindakan itu dilakukan saat dirinya masih menjadi guru piket dan guru agama. Ia mengaku emosi karena korban berkali-kali ditegur agar mencukur rambut sesuai aturan sekolah.
“Karena saya ingatkan dia sudah 4 bulan, kenapa tidak dicukur. Saya memang bakar, terus (api) langsung saya padamkan,” ujarnya.
Firdina juga mengakui sempat menawarkan uang kepada korban sebagai bentuk permintaan maaf. Namun uang tersebut ditolak karena korban ingin tetap bersekolah di SMP tersebut.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
