Sebelumnya diberitakan, kematian Prada Jack menyisakan tanda tanya besar. Prajurit muda dari Brigade Infanteri 26 Gurana Piarawaimo itu dilaporkan meninggal saat bertugas di Kabupaten Teluk Bintuni pada Sabtu, 20 Desember 2025 tahun lalu. Jenazah ditemukan dengan sejumlah luka memar dan dugaan luka tusukan benda tajam.
Kakak korban, Epa Nicodemus Soor, mengungkap keluarga menerima kabar kematian tanpa penjelasan rinci.
“Hari ini kita dapat informasi dari satuannya bahwa adik kami sudah tidak ada. Tidak lama kemudian kami dikirimi foto-foto. Kami semua kaget, kenapa meninggal tapi ada bekas-bekas luka. Ada memar di punggung, lalu ada seperti luka tusukan pisau di tangan adik kami,” kata Epa.
Ia menegaskan keluarga belum mengetahui kronologi kejadian hingga kini.
“Kita tidak puas. Penyebab kematian adik kami apa, itu yang kami tidak tahu. Kami hanya mau tahu kronologisnya, adik kami meninggal seperti apa,” ujarnya.
Epa juga menyoroti tidak adanya penjelasan resmi saat jenazah diserahkan kepada keluarga.
“Yang paling menyedihkan, jenazah adik kami tiba di sini hanya diserahkan begitu saja. Sama sekali tidak ada penjelasan soal kematiannya. Ini sangat aneh. Kami hanya menuntut keadilan. Kalau dia dianiaya, karena apa dan oleh siapa, itu harus jelas,” tegasnya.
Ayah korban menilai kematian anak bungsunya sebagai pukulan berat bagi keluarga.
“Saya tidak puas anak saya meninggal dengan cara begini. Kami hanya dapat kabar dari atasannya kalau dia sudah meninggal. Tidak ada penjelasan penyebabnya. Kami kaget sekali. Kami hanya mau keadilan,” kata Yacob.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok bertanggung jawab dan peduli keluarga.
“Jack pernah telepon bilang mau kasih bapa dan mama uang satu juta rupiah. Tapi bapa marah dan bilang, pakai saja untuk hidup di Bintuni, apalagi calon istrinya sering datang,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Brigade Infanteri 26 Gurana Piarawaimo maupun institusi TNI AD terkait penyebab kematian tersebut. Ketiadaan keterangan terbuka memperkuat tekanan publik agar kasus ini diusut secara transparan dan akuntabel.
Kasus ini menambah sorotan terhadap dugaan kekerasan internal di lingkungan militer. Keluarga berharap negara segera membuka fakta dan menegakkan keadilan atas kematian Prada Jack Yakonias Soor.
Editor : Chanry Suripatty
Artikel Terkait
