Ruang Digital Papua Memanas: Parjal Soroti Hoaks Terstruktur dan Polarisasi Berbahaya

LORAINE AMANDA
Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw.[FOTO : Dok Pribadi]

MANOKWARI, iNewsSorongraya.id – Kegaduhan di ruang digital Papua Barat memasuki fase mengkhawatirkan. Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat menilai perdebatan publik di media sosial telah bergeser dari adu gagasan menjadi polarisasi berbasis isu sensitif, disertai penyebaran hoaks yang terstruktur dan berpotensi mengganggu stabilitas politik serta keamanan daerah.

Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw, menegaskan dinamika digital di Tanah Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan eskalasi yang tidak sehat. Diskursus publik dinilai tidak lagi konstruktif, melainkan mengarah pada konflik horizontal berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Kami melihat situasi ini sudah tidak sehat. Ada kelompok masyarakat yang mulai terbelah, saling mendukung tokoh-tokoh tertentu, terutama yang berasal dari jalur politik,” ujar Ronald, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, polarisasi yang terbentuk saat ini berpotensi menjadi pemicu konflik sosial yang lebih luas, terutama menjelang momentum politik ke depan. Kondisi tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap kohesi sosial masyarakat Papua Barat.

Di sisi lain, Ronald menyoroti masifnya penyebaran informasi hoaks yang tidak lagi bersifat sporadis. Ia menilai pola distribusi informasi menyesatkan kini sudah terstruktur dan sistematis, bahkan mampu membentuk opini publik secara luas.

“Informasi hoaks ini terstruktur, tersistematis, dan mampu memberikan opini-opini yang mengkhawatirkan stabilitas politik di daerah,” katanya.

Editor : Chanry Suripatty

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network