Olah TKP Kebakaran di Kota Sorong: Polisi Temukan Tengkorak dan Gelang Korban di Rumah Terbakar

CHANRY SURIPATTY
Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Sorong Kota saat melakukan olah TKP rumah terbakar yang sebabkan tiga anak tewas. [FOTO : TANGKAPAN LAYAR].

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Sorong Kota melakukan olah TKP kebakaran rumah yang menewaskan tiga anak di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Kelurahan Koferbuk, Kota Sorong, Rabu (11/3/2026). Di antara puing bangunan yang hangus, polisi menemukan serpihan tengkorak, tulang korban, hingga gelang yang masih melingkar di pergelangan salah satu jenazah.

Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi dini hari tersebut. Peristiwa tragis itu menewaskan tiga anak yang diduga terjebak api saat rumah dalam kondisi tertutup.


Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Sorong Kota saat melakukan olah TKP rumah terbakar yang sebabkan tiga anak tewas. [FOTO : TANGKAPAN LAYAR].

 

Dari pantauan iNewssorongraya.id, Tim yang dipimpin Kasatreskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U. Tan tiba di lokasi sekitar pukul 11.28 WIT. Personel kemudian menyisir seluruh bagian bangunan, memeriksa kondisi struktur rumah, sekaligus mengumpulkan barang bukti untuk memperjelas rekonstruksi kejadian.

Rumah yang terbakar diketahui memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah, serta dapur. Dalam proses olah TKP, polisi memfokuskan pencarian pada tiga titik yang diduga menjadi lokasi terakhir para korban sebelum kebakaran membesar.

Hasil penyisiran menunjukkan sejumlah temuan penting, termasuk serpihan tulang dan tengkorak yang diduga milik para korban.

“Kami temukan tulang korban Iren dan juga Pangeran. Olah TKP ini buat mengumpulkan bukti-bukti serta penyebab kebakaran,” ujar Afriangga di lokasi.


Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Sorong Kota saat melakukan olah TKP rumah terbakar yang sebabkan tiga anak tewas. [FOTO : TANGKAPAN LAYAR].

 

Selain tulang, tim juga menemukan gelang yang masih melingkar di pergelangan tangan korban yang diduga milik Iren Latuharhary. Temuan tersebut memperkuat identifikasi awal terhadap korban yang tewas di dalam rumah.

Meski begitu, kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran. Penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi mengungkap, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah seorang anak bernama Immanuel Latuharhary (5) berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan.

“Saksi meminta tolong karena rumah terbakar,” kata Afriangga.

Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar. Mereka kemudian berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember dan peralatan seadanya.

Namun kobaran api yang sudah membesar membuat upaya pemadaman tidak berhasil menghentikan penyebaran api yang melahap bangunan rumah.

Kebakaran rumah milik Amirudin Patiran yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIT itu merenggut tiga nyawa, seluruhnya anak-anak.

Berdasarkan data kepolisian, korban meninggal adalah Iren Latuharhary (14), pelajar kelas VII SMP, Pangeran Latuharhary (6), siswa kelas I SD, serta Anthon Patiran (1).

Posisi korban saat ditemukan berada di ruangan berbeda. Anthon diduga berada di ruang tengah, Pangeran di kamar depan, sementara Iren ditemukan di kamar belakang.

Sementara dua anak lainnya berhasil selamat, yakni Immanuel Latuharhary (5) dan Diran Latuharhary (4). Kedua orang tua korban dilaporkan tidak berada di rumah ketika kebakaran terjadi.

“Ketiga korban meninggal dibawa ke kamar jenazah rumah sakit sekitar pukul 05.30 WIT,” ujar Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Koferbuk, Ruben Isir, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.


Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Sorong Kota saat melakukan olah TKP rumah terbakar yang sebabkan tiga anak tewas. [FOTO : TANGKAPAN LAYAR].

 

Ruben menjelaskan, proses pemadaman sempat mengalami hambatan karena posisi rumah berada di bagian belakang permukiman warga dengan akses yang menanjak dan hanya dapat dilalui jalan setapak.

Kondisi tersebut membuat armada pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi kejadian secara cepat.

“Warga berusaha memadamkan api secara manual, tetapi api terlanjur besar,” katanya.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran melalui pemeriksaan saksi serta analisis hasil olah TKP yang dilakukan di lokasi.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network