Misteri Kematian Abraham Delano Kambu: Keluarga Blokir Jalan, Wakapolda Papua Barat Daya Temui Massa

STEVANI GLORIA
Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa turun langsung bertemu pihak kerabat Almarhum Abraham Franklin Delano Kambu yang memblokade jalan di Kilo Meter 12, Kota Sorong, Selasa [10/3/2026]. [FOTO : STEVANI]

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Aksi blokade jalan meletup di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (10/3/2026), setelah keluarga menuntut kejelasan atas kematian seorang pemuda asal Kabupaten Tambrauw, Abraham Franklin Delano Kambu. Massa membakar ban dan memalang akses Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 12, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total selama beberapa waktu. 

Aksi tersebut dipicu kemarahan keluarga dan kerabat korban yang mempertanyakan penyebab pasti meninggalnya Delano, seorang tenaga honorer Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang ditemukan tewas sehari sebelumnya di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama. 

Sejumlah warga menutup dua jalur utama jalan dengan tumpukan kayu dan ban bekas yang dibakar di tengah badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan aktivitas warga di kawasan itu sempat terganggu. 
 
Ketegangan di lokasi bahkan sempat meningkat ketika seorang aparatur sipil negara (ASN) mencoba membubarkan aksi pemalangan jalan. Upaya tersebut memicu emosi massa hingga nyaris berujung pada aksi kekerasan. 

Situasi akhirnya mereda setelah Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa turun langsung ke lokasi untuk menemui keluarga korban dan massa aksi.

Dalam dialog terbuka dengan aparat, pihak keluarga meminta kepolisian menjelaskan informasi yang simpang siur terkait kematian Delano. 

John Isir, perwakilan keluarga korban, menyampaikan dua tuntutan utama kepada aparat keamanan.
“Dua hal yang keluarga minta, pertama segera teman-teman dari Kepolisian klarifikasi hoaks yang tadi beliau sampaikan. Setelah senjata bunyi ditanya, kembali klaim dibilang itu hoaks saja, ternyata lain informasinya,” kata John Isir. 

Ia juga menuntut aparat memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
“Kedua, anak kami dibunuh oleh teman-teman yang tidak bertanggung jawab di hutan rimba ini yang menyatakan mereka bunuh salah satu TNI atau Polri. Nah itulah yang keluarga minta agar pihak Kepolisian melakukan klarifikasi,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa menyampaikan bahwa kepolisian masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menewaskan Delano. 

Ia mengatakan peristiwa tersebut telah menjadi perhatian langsung Kapolda Papua Barat Daya dan akan dibahas dalam rapat khusus di tingkat Polda.
“Kini saya hadir karena kejadian di Tambrauw yang menimpa almarhum adik Delano ini menjadi atensi penting Bapak Kapolda. Kami dari Kepolisian turut berduka cita,” ujar Semmy Ronny Thabaa di hadapan massa. 

Menurut dia, aparat gabungan sebelumnya ikut melakukan pencarian korban setelah Delano dilaporkan tidak ditemukan.
“Awalnya almarhum sempat tidak ditemukan. Motornya ada, lalu masyarakat bersama aparat mencari sampai akhirnya ditemukan,” katanya. 

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga pelaku merupakan kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan hutan sekitar Distrik Bamusbama.
“Informasi awal patut diduga pelakunya adalah kelompok yang bergerak di dalam hutan dan dipersenjatai,” kata Semmy. 

Ia menjelaskan wilayah Bamusbama memang pernah menjadi lokasi sejumlah insiden keamanan, termasuk pembakaran kantor distrik beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, Delano dilaporkan diserang orang tak dikenal pada Minggu malam (8/3/2026) saat melakukan perjalanan dari Sorong menuju Distrik Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw. 

Korban diketahui berangkat bersama rekannya, berinisial AHA, dengan sepeda motor masing-masing. Ketika melintasi Kampung Banfot sekitar pukul 19.35 WIT, saksi melihat seseorang berdiri di tepi jalan dalam kondisi gelap. 

Beberapa detik kemudian, Delano yang berada sekitar 15 meter di depan tiba-tiba dicegat oleh orang tak dikenal dan terjatuh dari sepeda motornya. 

Merasa terancam, saksi langsung memutar arah dan mencari perlindungan di pos Satgas TNI terdekat. 

Keesokan harinya pada Senin [9/3/2026], aparat gabungan TNI–Polri menemukan korban sudah tidak bernyawa di sebuah genangan air di sekitar lokasi kejadian dengan sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam. 

Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama menegaskan tidak ditemukan luka tembak pada tubuh korban, meskipun sebelumnya sempat beredar kabar adanya suara tembakan di lokasi kejadian.

Usai dialog antara Wakapolda Papua Barat Daya dan keluarga korban, massa akhirnya membuka blokade jalan yang sebelumnya menutup akses utama di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 12 Kota Sorong. 

Kepolisian kini terus mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami berbagai kemungkinan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kematian Delano. 

Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat Sorong Raya karena jalur menuju Distrik Bamusbama merupakan akses penting yang digunakan warga untuk mobilitas antarwilayah di Kabupaten Tambrauw. 

Hingga Selasa siang, aparat masih melakukan penyelidikan guna memastikan secara pasti penyebab kematian tenaga honorer Pemda Tambrauw tersebut sekaligus menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network