SORONG, iNewssorongraya.id – Tim debutan PS Putra Doom sukses mengubur ambisi kemenangan Persikos Kota Sorong di laga pembuka Liga 4 Indonesia Zona Papua Barat Daya, setelah memaksakan hasil imbang 1-1 di Stadion Bawela, Kamis (3/4). Hasil ini disambut optimis oleh Manajer Putra Doom, Rinoldy Rumfeka, yang menyatakan timnya siap bersaing hingga menjadi juara.
Pertandingan perdana di Grup A ini berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal, namun justru membuat permainan cenderung monoton akibat banyaknya pelanggaran keras. Wasit Donatus Warib harus mengeluarkan lima kartu kuning—tiga untuk Persikos dan dua untuk Putra Doom.
Babak pertama berakhir tanpa gol meski kedua tim menunjukkan gaya bermain berbeda. Persikos mengandalkan umpan-umpan panjang ke depan, sedangkan Putra Doom memainkan bola pendek satu-dua sentuhan. Hanya tiga tembakan tepat sasaran tercipta sepanjang 45 menit pertama.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Persikos tampil lebih dominan di 15 menit terakhir. Puncaknya, di menit ke-77, striker andalan mereka Yafet Naa dijatuhkan di kotak penalti oleh bek Putra Doom, Johanis Batmamolin. Penalti pun diberikan dan dieksekusi dengan sempurna oleh Yafet, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Persikos.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Anak-anak Pulau Doom langsung bangkit dengan serangan bertubi-tubi. Hasilnya, di masa injury time, Aprizal Karim sukses menyamakan kedudukan lewat gol dramatis yang sekaligus menyelamatkan satu poin bagi Putra Doom.
Manajer PS Putra Doom, Rinoldy Rumfeka, mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang tampil tanpa kenal lelah.
“Hari ini anak-anak Doom menunjukkan karakter sejati. Mereka tak mundur sedikit pun, bertarung habis-habisan sampai akhir. Ini ciri khas kami, kami tak pernah takut melawan siapapun,” ujar Rinoldy usai pertandingan.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Putra Doom di Liga 4 ini bukan sekadar meramaikan kompetisi, melainkan sebagai bentuk terobosan untuk mengangkat harga diri masyarakat Pulau Doom melalui sepak bola.
“Ini sejarah. Sejak saya kecil, belum pernah ada tim dari Pulau Doom yang ikut kompetisi resmi PSSI. Hari ini kami buktikan, orang Doom bisa sejajar dengan tim-tim dari kota,” lanjutnya.
Rinoldy pun menyatakan target Putra Doom tetap tinggi.
“Kami tidak muluk-muluk, tapi kami punya target besar. Kami ingin juara Liga 4 Zona Papua Barat Daya,” tegasnya.
Senada dengan sang manajer, kapten tim Putra Doom, Sera Maniani, menyebut pertandingan ini sebagai pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk tampil lebih baik di laga-laga berikutnya.
“Kami bersyukur bisa tampil di Liga 4. Ini pengalaman luar biasa, dan kami akan terus belajar serta memperbaiki permainan agar bisa meraih hasil maksimal ke depan,” ucapnya.
Dengan hasil ini, kedua tim berbagi satu poin di laga pembuka Pool A. Putra Doom berhasil mencuri perhatian sebagai tim pendatang baru yang siap memberi kejutan di Liga 4 Papua Barat Daya.
Editor : Chanry Suripatty