JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Pertamina Patra Niaga memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku dan Papua berada dalam kondisi aman memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi sekaligus menjawab tantangan distribusi di kawasan kepulauan dan pegunungan yang selama ini dikenal kompleks.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menegaskan pihaknya telah melakukan perencanaan sejak awal Februari guna menjamin kesinambungan pasokan.
"Wilayah Maluku dan Papua memiliki tantangan tersendiri mendistribusi ke wilayah kepulauan dan pegunungan. Sejak awal Februari lalu, kami terus melakukan perencanaan untuk memastikan stok di terminal BBM terjaga, ini menjadi fondasi, ketersediaan stok di terminal BBM akan mendukung kelancaraan proses distribusi ke lembaga penyalur yang kemudian akan dinikmati oleh masyarakat," jelas Awan.
Pada hari pertama puasa, Kamis (19/2), ketahanan stok di 21 Terminal BBM (Fuel Terminal dan Integrated Terminal) yang tersebar di Maluku dan Papua dipastikan dalam level aman. Rinciannya, Solar berada pada ketahanan 11 hari, Pertalite 26 hari, Pertamax 29 hari, Dexlite 11 hari, sementara minyak tanah dan Avtur masing-masing mencapai 21 hari.
Manajemen menyatakan angka tersebut bersifat dinamis karena dipengaruhi suplai masuk dan penyaluran harian ke SPBU, agen minyak tanah, serta Aviation Fuel Terminal.
"Ketahanan stok inipun setiap harinya berubah, mengikuti jumlah suplai BBM yang masuk dengan jumlah BBM yang disalurkan ke SPBU, Agen Minyak Tanah dan ke Aviation Fuel Terminal, jadi jangan khawatir, angka stok ini kami jaga setiap harinya dengan melakukan perencanaan agar selalu di level yang baik, apalagi di wilayah Maluku dan Papua ini pengirimannya butuh upaya ekstra dengan tantangan geografis dan jarak tempuhnya," tambahnya.
Distribusi energi di Papua dan Maluku membutuhkan strategi khusus. Selain jarak tempuh yang panjang, akses ke sejumlah wilayah kepulauan dan daerah pegunungan memerlukan moda transportasi multimoda serta perencanaan logistik yang presisi. Oleh karena itu, kesiapan stok di terminal menjadi fondasi utama sebelum BBM disalurkan ke lembaga penyalur hingga ke masyarakat.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen menjaga suplai agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama Ramadhan tetap berjalan tanpa hambatan.
Tidak hanya fokus pada ketersediaan energi, perusahaan juga meningkatkan kualitas layanan di SPBU. Fasilitas umum seperti toilet dan mushola dipastikan dalam kondisi bersih dan layak pakai, termasuk perlengkapan ibadah yang terawat.
"Bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan mungkin berada di perjalanan, silahkan mampir sejenak ke SPBU bisa untuk istirahat dan memanfaatkan mushola apabila sudah masuk waktu sholat. Kami akan terus menjamin kenyamanan fasilitas di SPBU bagi masyarakat," tukas Awan.
Untuk informasi dan layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siaga selama 24 jam.
Dengan strategi penguatan stok dan layanan ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapannya menjaga stabilitas pasokan BBM di Maluku dan Papua sepanjang Ramadhan, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
