Truk Tangki BBM 5.000 Liter Terguling di Km 38 Klamono, Sopir dan Kernet Tewas

STEVANI GLORIA
Truk milik PT Pertamina Patra Niaga terbalik di Km 38 Klamono, Kabupaten Sorong, dua orang tewas. (Foto: iNewssorongraya.id - Jeff).

KLAMONO, iNewssorongraya.id — Kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Sorong. Truk tangki bermuatan 5.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terguling di Km 38 Klamono, Kelurahan Mariat Gunung, Distrik Aimas, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 11.10 WIT. Dua orang yang berada di dalam kendaraan tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Kendaraan yang terlibat merupakan truk Mitsubishi Colt Diesel tangki milik PT Pertamina (Persero) dengan nomor polisi PY 8569 AC. Truk dikemudikan R (38), warga Rufei, Kota Sorong, bersama satu penumpang yang juga bertugas sebagai helper, MT (21), warga Malawei, Kota Sorong. Bagian depan kendaraan ringsek akibat benturan keras. 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sorong, AKP Jopi Kewilaa, menjelaskan kendaraan melaju dari arah Kota Sorong menuju Kabupaten Maybrat dalam kondisi tangki terisi penuh. Saat tiba di Km 38, truk diduga melaju dalam kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali ketika melewati tikungan.
“Kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dalam kondisi muatan penuh, diduga pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan masuk parit dan terguling,” ujar Jopi dalam keterangan resminya. 

Menurut kepolisian, truk masuk ke parit, kemudian terguling dan menghantam beton pembatas jalan. Benturan tersebut menyebabkan kedua korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. 

Petugas mengevakuasi jasad korban ke RSUD JP Wanane Km 22 Kabupaten Sorong untuk keperluan visum et repertum guna mendukung proses penyelidikan. Aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kendaraan sebagai barang bukti. 

Peristiwa itu sempat memicu perlambatan arus kendaraan di sekitar lokasi. Namun, aparat berhasil mengurai kepadatan sehingga lalu lintas kembali normal beberapa waktu kemudian.
AKP Jopi menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi pengemudi kendaraan berat, khususnya angkutan BBM dan logistik. Ia mengingatkan bahwa muatan penuh memengaruhi stabilitas kendaraan dan memperpanjang jarak pengereman. 

Selain faktor pengemudi, kepolisian juga menyoroti tanggung jawab perusahaan angkutan dalam memastikan kelaikan armada sebelum beroperasi. Pemeriksaan sistem pengereman, kondisi ban, hingga suspensi dinilai krusial untuk mencegah risiko kecelakaan. 

Insiden ini kembali menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kelalaian dalam pengendalian kecepatan maupun pengawasan teknis dapat berujung kehilangan nyawa.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network