Kesaksian Ibu soal Anaknya Meninggal Viral di Medsos, RS Maleo Hadapi Audit Dinkes Kota Sorong
SORONG, iNewssorongraya.id — Kesaksian seorang ibu mengenai pelayanan yang diterima anaknya sebelum meninggal dunia memicu sorotan terhadap Rumah Sakit Maleo, Kota Sorong. Dinas Kesehatan kini mengaudit pelayanan medis untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar.
Melalui akun Facebook bernama Yuliasti Nasir, ibu korban menceritakan perjuangannya mencari pertolongan bagi anak semata wayangnya yang berusia empat tahun. Unggahan itu mendapat ribuan tanggapan serta dibagikan ribuan kali.
Yuliasti menuding petugas lambat merespons ketika anaknya mengalami kejang berulang. Ia juga mempersoalkan keberadaan dokter yang disebut tidak segera datang saat kondisi pasien memburuk.
“Malam (harinya) itu saya punya anak kejang-kejang sebelas kali berturut turut, tapi dong (mereka para medis) bilang itu wajar karena anak perempuan tidak kuat tahan panas, (mereka) cuma bicara-bicara saja tidak ada mau kasih obat kah, bikin bagamana (ambil tindakan) kah,” tulisnya.
Menurut Yuliasti, ia sempat diminta merekam kejang yang dialami anaknya agar dapat diperlihatkan kepada petugas.
“Mereka cuma suruh nanti kalu kejang-kejang lagi, (saya) rekam (ambil video) biar (mereka) bisa lihat,” tulisnya.
Ia juga menyebut dokter yang menangani anaknya tidak berada di rumah sakit dan tidak merespons panggilan telepon.
“Mana dokternya di rumah sakit Maleo yang tangani saya punya anak itu, saya punya anak sudah kejang terus menerus dia (dokter) tidak di rumah sakit. Di telepon sama dokter di UGD, dia tidak angkat, di chat (kirim pesan whatsapp) dia cuma read,” tulis Yuliasti.
Seluruh pernyataan tersebut masih berupa kesaksian satu pihak. Kebenarannya perlu diuji melalui rekam medis, daftar petugas jaga, catatan pemberian obat, hasil pemeriksaan laboratorium, dan keterangan tenaga kesehatan yang bertugas.
Yuliasti mengatakan tidak bermaksud menuntut rumah sakit. Ia mengaku menyampaikan pengalaman tersebut agar kejadian serupa tidak dialami keluarga pasien lain.
“Disini saya tdk ada niat mau menuntut atau apapun itu karena saya mau bgaimana pun anak saya tidak bisa kembali lagi. Disini saya hanya menyayangkan pelayanan mereka yg terkesan mengulur-ulur waktu dan ada (oknum perawat) yang marah-marah kalau di panggil untuk liat anak ku yg sekarat,” tulisnya.
CEO Rumah Sakit Maleo, Ci Teli, menyatakan rumah sakit pada prinsipnya telah berusaha memberikan pelayanan kepada pasien secara maksimal. Namun, ia belum memaparkan kronologi medis maupun tindakan yang diterima korban.
“Biasanya sih yah, biasanya keluarga (pasien), kita sudah pelayanan semaksimal mungkin, mungkin mereka tidak puas yah, padahal kita sudah melakukan pelayanan semaksimal mungkin,” ungkap Ci Teli.
Ci Teli mengatakan wartawan perlu menemui direktur rumah sakit untuk mendapatkan penjelasan lebih terperinci.
“Kalau mau ketemu Direktur Rumah Sakit yah, saya hubungi dulu Direktur Rumah Sakitnya, nanti saya akan menginformasikan kembali,” ungkap Ci Teli.
Direktur RS Maleo belum dapat ditemui ketika wartawan mendatangi rumah sakit. Pihak rumah sakit juga belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium, penanganan kejang, pemberian obat, dan proses pemindahan pasien.
Dinas Kesehatan Kota Sorong memastikan seluruh klaim keluarga dan keterangan rumah sakit akan diperiksa secara objektif. Hasil audit dijanjikan disampaikan kepada Wali Kota Sorong serta dibuka kepada masyarakat.
Pemeriksaan yang transparan diperlukan untuk melindungi hak keluarga mendapatkan penjelasan sekaligus memberikan ruang kepada tenaga kesehatan dan rumah sakit untuk menyampaikan bukti pelayanan secara utuh.
Editor: Hanny Wijaya