Markas Diduga KKB Digerebek, Penyelidikan Jaringan HSSBI Yahukimo Meluas
DEKAI, iNewssorongraya.id – Penggerebekan rumah yang diduga menjadi markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) HSSBI Kodap XVI Yahukimo membuka babak baru penyelidikan jaringan kelompok bersenjata di Papua Pegunungan.
Dalam operasi yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo di kawasan belakang Gereja Metanoia, Kota Dekai, aparat menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan petugas mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam, serta perlengkapan lainnya.
“Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam, serta berbagai perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Selain itu, aparat juga mengamankan seorang pria berinisial HS (28) untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait jaringan dan aktivitas kelompok tersebut,” ujar Yusuf.
Pemeriksaan awal terhadap HS menghasilkan informasi penting. HS mengaku menyimpan amunisi yang diduga berasal dari anggota kelompok HSSBI berinisial AK.
Keterangan tersebut menjadi bahan penyelidikan lanjutan untuk memetakan jaringan kelompok bersenjata yang masih beroperasi di Yahukimo.
Pengembangan informasi dari hasil penggerebekan itu kemudian mengarahkan aparat kepada keberadaan AP alias Y alias AS, yang diketahui sebagai Komandan Operasi Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (HSSBI) Kodap XVI Yahukimo.
AP merupakan DPO dalam dua kasus penembakan yang terjadi pada April 2026. Ia diduga terlibat dalam penembakan terhadap Alexander Angket dan Naldy Magosa pada 28 April 2026 serta kasus penembakan terhadap Suhardin pada 30 April 2026.
Saat hendak diamankan di Jalan Logpon, Distrik Dekai, AP berusaha melarikan diri sehingga aparat melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.
Satgas Damai Cartenz menegaskan penyelidikan tidak berhenti pada penindakan terhadap AP. Penyidik masih mendalami barang bukti dan informasi yang diperoleh untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus rantai logistik, jaringan komunikasi, serta aktivitas kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.
Editor : Hanny Wijaya