get app
inews
Aa Text
Read Next : PT KSM dan BPK Kupang Perkuat Konservasi Laut di Pulau Kawei Raja Ampat

Warga Suku Kawei Didorong Jadi Garda Terdepan Konservasi Laut Raja Ampat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:34 WIB
header img
Warga Suku Kawei mengikuti pelatihan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang untuk memperkuat peran Masyarakat menjaga ekosistem pesisir Raja Ampat.

 

KAWEI, iNewssorongraya.id — Masyarakat Pulau Kawei, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, didorong menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem mangrove dan terumbu karang yang menjadi penopang utama kehidupan pesisir.

Dorongan itu mengemuka dalam Bimbingan Teknis Rehabilitasi Ekosistem Mangrove dan Terumbu Karang yang digelar PT Kawei Sejahtera Mining (PT KSM) bersama Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 3–5 Juni 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan 20 peserta dari masyarakat Kampung Selpele dan karyawan PT KSM. Mereka dibekali pengetahuan teknis dan praktik lapangan untuk memulihkan mangrove serta terumbu karang di wilayah perairan Pulau Kawei.


Warga Suku Kawei mengikuti pelatihan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang untuk memperkuat peran Masyarakat menjaga ekosistem pesisir Raja Ampat.

 

Pelatihan ini digelar menjelang peringatan Hari Segitiga Karang Dunia atau Coral Triangle Day pada 9 Juni. Momentum tersebut digunakan untuk memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya perlindungan kawasan pesisir Raja Ampat.

Pulau Kawei memiliki posisi strategis karena berada dalam kawasan Raja Ampat, salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Namun, kekayaan ekologis tersebut membutuhkan perlindungan jangka panjang agar tidak hanya menjadi aset lingkungan, tetapi juga tetap menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.


Warga Suku Kawei mengikuti pelatihan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang untuk memperkuat peran Masyarakat menjaga ekosistem pesisir Raja Ampat.

 

Dalam sesi pelatihan, Tim BPK Kupang memberikan materi rehabilitasi mangrove dengan metode pancang dan rumpun berjarak. Peserta mempelajari peran mangrove sebagai penahan abrasi, penyerap karbon biru, dan ruang hidup bagi berbagai jenis ikan serta biota laut.

Untuk ekosistem terumbu karang, peserta mendapatkan pelatihan metode Reefstar. Teknologi ini menggunakan rangka baja heksagonal berlapis resin dan pasir kasar sebagai media transplantasi karang.

Peserta juga mempraktikkan pembuatan rangka Reefstar, pemilihan fragmen karang sehat, pemasangan fragmen, serta pemantauan setelah transplantasi. Survei lapangan kemudian dilakukan untuk menentukan lokasi rehabilitasi yang paling sesuai dengan kondisi ekologis setempat.


Warga Suku Kawei mengikuti pelatihan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang untuk memperkuat peran Masyarakat menjaga ekosistem pesisir Raja Ampat.

 

Perwakilan masyarakat Suku Kawei dari Marga Ayello, Luther Ayello, mengatakan pelibatan warga menjadi langkah penting karena masyarakat hidup langsung berdampingan dengan mangrove dan terumbu karang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Masyarakat bisa belajar langsung bagaimana menjaga mangrove dan terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir di Kawei,” ujarnya.

Perwakilan PT KSM, Bagus Wiratsongko, menyatakan perusahaan mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“PT KSM berkomitmen mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir di wilayah perairan Raja Ampat. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Tim BPK Kupang atas dukungan dan transfer ilmu yang diberikan selama kegiatan berlangsung,” katanya.


Peserta Bimtek di Pulau Kawei mempraktikan teknik rehabilitasi mangrove dan transpalantasi karang sebagai upaya menjaga ekosistem laut Raja Ampat.

 

Bagus menilai program konservasi tidak cukup berhenti pada pelatihan. Menurutnya, rencana tindak lanjut dan keterlibatan masyarakat akan menentukan keberhasilan pemulihan ekosistem pesisir di Pulau Kawei.

Ferdinand Bata dari BPK Kupang menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan, rehabilitasi mangrove dan terumbu karang memerlukan komitmen bersama dalam jangka panjang.

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut,” tegasnya.


PT KSM, BPK Kupang, dan masyarakat Kawei mengikuti Bimtek rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pulau Kawei, Raja Ampat, 3–5 Juni 2026.

 

Kegiatan Bimtek ditutup dengan evaluasi, penyusunan rencana tindak lanjut, penyerahan sertifikat kepada peserta, serta pemberian penghargaan kepada narasumber dari BPK Kupang.

Program ini menegaskan bahwa masa depan ekosistem pesisir Raja Ampat tidak hanya bergantung pada teknologi rehabilitasi, tetapi juga pada konsistensi masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam menjaga kawasan laut yang menjadi salah satu aset ekologis paling penting di dunia.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut