Jibom Brimob Papua Netralisir UXO Berbahaya di Sentani, Warga Diimbau Waspada
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Unit Penjinak Bom atau Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua menetralisir bahan peledak jenis UXO atau Unexploded Ordnance yang ditemukan warga di Sungai Aryau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (2/6/2026).
Benda berbahaya itu teridentifikasi sebagai UXO jenis Incendiary MK.28 USN (Air Craft). Aparat menduga benda tersebut masih aktif dan memiliki daya ancam tinggi terhadap keselamatan masyarakat di sekitar lokasi penemuan.
Temuan UXO di kawasan permukiman itu langsung direspons Unit Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Papua. Tim bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Personel kemudian melakukan pengamanan awal, sterilisasi area, dan asesmen teknis terhadap objek berbahaya tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tim Jibom tidak merekomendasikan pemindahan objek karena risiko ledakan dinilai terlalu tinggi. Atas pertimbangan keselamatan, tim mengambil langkah disposal di lokasi atau on site disposal sesuai standar operasional prosedur penanganan bahan peledak.
Proses disposal dilakukan dalam dua tahap. Seluruh rangkaian penanganan berjalan aman dan terkendali. Polisi menyatakan proses netralisasi tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Setelah disposal selesai, tim Jibom kembali melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain atau benda berbahaya yang masih tersisa di area Sungai Aryau dan lingkungan Kompleks BTN Dunlop.
Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan penanganan UXO tersebut menunjukkan kesiapsiagaan personel Jibom dalam merespons laporan masyarakat.
“Setiap laporan terkait benda berbahaya selalu kami respons dengan cepat dan terukur. Penanganan UXO ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga keselamatan masyarakat Papua. Saya mengapresiasi kerja keras personel di lapangan yang tetap mengedepankan keselamatan dan prosedur operasional,” ujar Dansat Brimob.
Adarma menegaskan Satuan Brimob Polda Papua akan terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi ancaman bahan peledak di wilayah Papua. Menurut dia, setiap temuan benda berbahaya harus ditangani oleh personel terlatih agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. HP, juga mengapresiasi respons cepat Unit Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Papua. Ia mengatakan kesigapan personel di lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah potensi ancaman terhadap warga.
“Penanganan yang dilakukan Unit Jibom merupakan bentuk kesigapan Polri dalam merespons setiap potensi ancaman yang dapat membahayakan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan,” ujar Kabid Humas.
Cahyo menambahkan kerja sama masyarakat dan aparat kepolisian menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Ia meminta warga tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang ditemukan di lingkungan sekitar.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam setiap penanganan kejadian serupa,” tambahnya.
Penanganan UXO di Sentani menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap benda mencurigakan, terutama di kawasan sungai, tanah kosong, atau lokasi yang jarang terpantau. Polisi menegaskan setiap laporan warga akan ditindaklanjuti secara cepat untuk mencegah risiko yang dapat mengancam keselamatan publik.
Editor : Hanny Wijaya