get app
inews
Aa Text
Read Next : BK DPD Dalami Bukti Atas Laporan dari MRP Se- Tanah Papua, Filep : Proses Masih Berlangsung

Rumah Wakil Bupati Tambrauw Dirusak Sejumlah Warga, Dipicu Pengaruh Miras dan Konflik Rumah Tangga

Sabtu, 11 April 2026 | 05:18 WIB
header img
Kanit Reskrim Polsek Sorong Timur, Iptu Safrudin. (Foto: Istimewa).

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Aksi kekerasan yang dipicu konsumsi minuman keras (miras) berujung pada perusakan rumah Wakil Bupati Tambrauw, Paulus Ajambuani, di Km 13, Kota Sorong, Kamis (9/4/2026) malam. Insiden ini menegaskan eskalasi konflik personal menjadi gangguan keamanan serius yang menyasar pejabat daerah dan warga sipil. 

Peristiwa bermula dari cekcok rumah tangga yang terjadi di pinggir jalan. Seorang pria berinisial JF (25), terlibat adu mulut dengan istrinya hingga menarik perhatian warga sekitar. Upaya mediasi warga justru memicu reaksi agresif dari pelaku. 

Situasi berubah drastis ketika JF memanggil sejumlah rekannya. Dalam waktu singkat, kelompok tersebut datang dan langsung bertindak anarkis. Bersama FS  (21) dan lainnya, mereka melakukan pengejaran terhadap warga sambil membawa senjata tajam berupa parang. 

Kondisi lingkungan pun berubah mencekam. Warga berlarian menyelamatkan diri, sebagian bersembunyi di dalam rumah, sementara lainnya menjauh dari lokasi untuk menghindari serangan. Aksi kemudian meningkat menjadi perusakan. Para pelaku masuk secara paksa ke sejumlah rumah warga dan merusak berbagai barang. Jendela pecah, perabotan hancur, dan suasana berubah kacau dalam waktu singkat. 

Tidak berhenti di situ, kelompok tersebut bergerak menuju rumah yang ditempati Wakil Bupati Tambrauw. Keberadaan rumah pejabat daerah tidak menghalangi aksi brutal tersebut. 

Saat kejadian, Paulus Ajambuani bersama keluarga berada di dalam rumah. Demi keselamatan, mereka terpaksa menyelamatkan diri melalui bagian belakang bangunan untuk menghindari potensi serangan langsung. 

Akibat insiden itu, sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan, termasuk jendela dan perabotan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dampak psikologis dirasakan oleh keluarga korban dan warga sekitar. 

Ajudan Wakil Bupati (ADC) menyebut jumlah pelaku yang terlibat sebanyak empat orang.

“Ada empat orang yang terlibat, dan semuanya sudah diamankan,” ujarnya. 

Namun, data berbeda disampaikan pihak kepolisian. Pelaksana Tugas Kanit Reskrim Polsek Sorong Timur, Iptu Safrudin, mengatakan baru tiga orang yang ditangkap.

“Pelaku sudah kami amankan. Untuk kronologis pastinya masih kami dalami,” kata Safrudin, Jumat (10/4/2026). 

Dia menegaskan, hasil sementara menunjukkan aksi tersebut kuat dipengaruhi konsumsi minuman keras yang membuat pelaku kehilangan kendali.
“Terkait kronologis lengkap masih dalam penyelidikan. Namun dari hasil sementara, aksi mereka dipengaruhi miras. Kalau ada perkembangan selanjutnya kami informasikan,” ucapnya. 

Polisi yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berhasil mengendalikan situasi. Langkah cepat aparat dinilai mencegah potensi konflik meluas dan jatuhnya korban lebih besar. 

Saat ini, tiga pelaku menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Sorong Timur. Aparat juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain, termasuk motif serta peran masing-masing dalam aksi tersebut. 

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing emosi, terutama dalam kondisi yang dipengaruhi alkohol. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan. 

Peristiwa ini menjadi alarm serius bahwa konflik domestik yang dipicu miras dapat berkembang menjadi kekerasan kolektif yang merusak stabilitas lingkungan dan mengancam keselamatan publik.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut