Melayat Ibunda Bupati Maybrat, Gubernur Elisa Kambu : Mama Paulina Simbol Keteguhan Perempuan Papua
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan duka cita mendalam saat melayat ke rumah duka Mama Paulina Kocu Murafer, ibunda Bupati Maybrat, Karel Murafer, yang wafat pada usia 115 tahun, Kamis (2/4/2026).
Kehadiran Gubernur Elisa menjadi simbol empati pemerintah sekaligus penghormatan terhadap sosok perempuan Papua yang dinilai memiliki keteladanan kuat sepanjang hidupnya. Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika prosesi penghormatan terakhir berlangsung.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga besar yang ditinggalkan.
“Atas nama keluarga dan Pemerintah Papua Barat Daya, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Almarhumah Mama Paulina Kocu Murafer. Semoga almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai amal dan perbuatannya,” ujar Elisa.
“Kalau sudah melewati usia 70 tahun itu luar biasa, dan Mama ini mendapatkan bonus hampir 40 tahun. Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Kita bersyukur karena bisa hadir dan menyaksikan kehidupan yang penuh makna,” ungkapnya.
Elisa menegaskan bahwa kepergian Mama Paulina bukan hanya kehilangan bagi keluarga Bupati Maybrat, tetapi juga bagi masyarakat Papua Barat Daya secara luas. Menurutnya, almarhumah merupakan figur ibu yang menjaga nilai adat, membangun keluarga, dan menjadi teladan dalam kesederhanaan serta ketulusan.
“Beliau adalah fondasi keluarga, penjaga nilai adat, dan contoh nyata kekuatan perempuan Papua. Jejak hidupnya menjadi warisan yang harus dijaga,” tegas Elisa.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhumah, seperti hidup dalam damai, saling menghormati, serta berbuat baik kepada sesama.
“Tugas kita hari ini adalah melanjutkan mimpi beliau—menghadirkan damai, sukacita, dan menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.
Dalam bagian lain, Elisa juga menyampaikan pesan reflektif kepada para pelayat tentang pentingnya meninggalkan jejak kebaikan selama hidup.
“Kalau hari ini banyak orang datang, itu karena perbuatan baik beliau. Pertanyaannya, nanti saat kita meninggal, apakah ada orang datang seperti ini? Masih ada waktu untuk berbuat baik,” ucapnya.
Gubernur turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk Majelis Jemaat GKI Delvia Dolorosa yang telah melayani ibadah penguatan bagi keluarga. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam prosesi duka.
Rencananya, jenazah Mama Paulina akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Maybrat menggunakan maskapai Susi Air pada Jumat (3/4/2026) untuk dimakamkan.
Kepergian Mama Paulina Kocu Murafer meninggalkan jejak mendalam sebagai sosok ibu, penjaga nilai adat, dan figur perempuan Papua yang menginspirasi lintas generasi. Nilai-nilai kehidupan yang ia wariskan kini menjadi tanggung jawab bersama untuk diteruskan.
Editor : Chanry Suripatty