get app
inews
Aa Text
Read Next : Ditpolairud Polda PBD Investigasi Kandasnya Kapal Kargo Yang Kandas di Perairan Raja Ampat

Gempa Dangkal M5,2 di Raja Ampat Picu Getaran Hingga Halmahera, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

Rabu, 01 April 2026 | 20:28 WIB
header img
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah laut barat laut Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (1/4/2026) malam.

SORONG KOTA, iNewsSorongraya.id — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah laut barat laut Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (1/4/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami meski getarannya dirasakan hingga sejumlah wilayah di Papua Barat Daya dan Maluku Utara. 

BMKG dalam rilis resminya menyebutkan, gempa terjadi pada pukul 19.14.01 WIB dengan episenter berada pada koordinat 0,33° Lintang Selatan dan 129,76° Bujur Timur, atau sekitar 119 kilometer arah barat laut Raja Ampat pada kedalaman 10 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tulis BMKG dalam pernyataan resmi. 

BMKG juga mengungkapkan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut dipicu oleh pergerakan geser atau strike-slip, yang umum terjadi pada zona patahan aktif di wilayah timur Indonesia. 

Getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup kuat di Pulau Gag, Raja Ampat, dengan intensitas III–IV MMI, yakni getaran yang terasa oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, intensitas mencapai III MMI, dan di Kabupaten Sorong berada pada skala II MMI, yang dirasakan oleh sebagian orang dengan benda ringan yang bergoyang. 

Meski demikian, hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat informasi mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas BMKG. 

BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 19.38 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock), sehingga kondisi dinilai relatif stabil. 

Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” demikian imbauan BMKG. 

Rilis tersebut ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc, di Jakarta. 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut