get app
inews
Aa Text
Read Next : Hilal Tak Terlihat di Sorong, Penentuan Idul Fitri 1447 H Tunggu Sidang Isbat Pemerintah Pusat

Sidak Satgas Idul Fitri 2026 di Sorong, Stok BBM Aman Saat Arus Balik : Tak Ada Alasan Panic Buying

Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:01 WIB
header img
Sidak Satgas Idul Fitri 2026 yang terdiri dari BPH Migas, Dewan Energi Nasional dan Pertamina, pastikan stok BBM jelang arus balik mudik lebaran dan dinamika global tetap aman. [FOTO : iNewssorongraya.id - CHAN]

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sorong, Papua Barat Daya, berada dalam kondisi aman, terkendali, dan melebihi target menjelang puncak arus balik mudik Lebaran 2026. Kepastian ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan lintas lembaga energi nasional bersama Pertamina.

Sidak yang berlangsung Jumat (27/3/2026) itu dipimpin Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, bersama tim dari Dewan Energi Nasional dan Pertamina Patra Niaga. Mereka turun langsung memeriksa fasilitas strategis, mulai dari depot pengisian pesawat udara (DPPU) hingga sejumlah SPBU di wilayah Sorong.

“Kami hadir untuk memastikan tidak hanya ketersediaan, tetapi juga kualitas BBM yang diterima masyarakat sesuai standar pemerintah,” ujar Bambang di sela-sela kunjungan.

Hasil pengawasan menunjukkan stok BBM di Sorong dalam kondisi lebih dari cukup. Di DPPU DEO Sorong, cadangan bahan bakar tercatat mencapai sekitar 17 hari, melampaui batas aman operasional. Sementara secara nasional, ketahanan stok BBM berada di kisaran 21 hari untuk seluruh jenis produk.

Selain memeriksa cadangan, tim juga menguji kualitas BBM serta mengawasi distribusi di SPBU, khususnya untuk jenis subsidi seperti solar dan Pertalite. Pemeriksaan memastikan tidak ada penyimpangan, baik dari sisi mutu maupun penyaluran ke masyarakat.

Bambang menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan.

“Kami pastikan selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri, stok BBM aman dan terkendali,” tegasnya.

Dari sisi kebijakan energi, anggota Dewan Energi Nasional, Jhony Jonatan Numberi, menyebut kehadiran tim di lapangan sebagai bukti konkret negara dalam menjaga ketahanan energi, termasuk di wilayah timur Indonesia yang selama ini menjadi perhatian khusus.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengungkapkan distribusi BBM di Sorong kini jauh lebih tertata. Antrean kendaraan, terutama untuk solar, disebut mengalami penurunan signifikan.

“Pengawasan dilakukan secara rutin bersama kepolisian dan instansi terkait. Jika ditemukan pelanggaran, langsung ditindak,” jelas Awan.

Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri, Pertamina juga menambah pasokan melalui skema extra dropping, termasuk untuk minyak tanah yang masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah tertentu.

Pemerintah dan Pertamina turut memastikan bahwa dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, tidak berdampak pada pasokan BBM di Indonesia, khususnya di kawasan timur.

Sebagai bagian dari kegiatan sosial, rombongan juga menyalurkan bantuan sembako kepada petugas SPBU, awak fasilitas terminal (FT), serta pengendara yang berada di lokasi.

Dengan pengawasan terpadu antara regulator, operator, dan aparat penegak hukum, distribusi BBM di Sorong dipastikan tetap stabil hingga arus balik Lebaran 2026, sekaligus menutup celah potensi penyimpangan di lapangan.

 

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut