get app
inews
Aa Text
Read Next : Bule Argentina Dirampok di Kota Sorong, Korban Alami Patah Tulang Bahu Kanan 

Senator Dapil Papua Barat Daya Murka Akibat Turis Argentina Dijambret Hingga Alami Patah Tulang

Kamis, 26 Maret 2026 | 19:01 WIB
header img
Senator DPD RI, Dapil Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya mengutuk keras aksi kriminal perampokan terhadap wisatawan asing asal Argentina. [FOTO : iNewssorongraya.id]

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Aksi kriminal jalanan yang menimpa wisatawan asing asal Argentina hingga mengalami patah tulang selangka memicu kemarahan keras anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya. Insiden ini dinilai bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan ancaman serius terhadap citra pariwisata Papua Barat Daya sebagai gerbang menuju Raja Ampat.

Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, secara tegas mengutuk aksi percobaan perampokan terhadap wisatawan asing di Kota Sorong yang berujung cedera serius.

Senator yang akrab disapa ARK itu menilai peristiwa tersebut telah mencoreng wajah Kota Sorong sebagai daerah tujuan wisata dan pintu masuk utama menuju destinasi kelas dunia, Raja Ampat.

“Perampokan terhadap wisatawan asing ini mencoreng Kota Sorong sebagai destinasi wisata. Saya mengutuk keras perbuatan kriminal ini,” tegas ARK.

Ia menekankan, keamanan dan kenyamanan merupakan syarat mutlak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Menurutnya, insiden tersebut berpotensi merusak upaya yang selama ini dilakukan untuk menarik wisatawan mancanegara ke Papua Barat Daya.

“Saya telah berjuang agar target 14 juta turis asing ke Indonesia, minimal 20.000 orang datang dan berbelanja di Papua Barat Daya,” ujarnya.

ARK pun mendesak Kapolda Papua Barat Daya agar bertindak tegas dan cepat dalam mengungkap serta menangkap pelaku.

“Saya minta Kapolda Papua Barat Daya menindak sekeras-kerasnya pelaku yang mencoreng daerah ini, khususnya Kota Sorong,” katanya.

Menurutnya, wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam serta keramahan masyarakat. Jika rasa aman terganggu, maka potensi perputaran ekonomi akan ikut terdampak.

“Kalau wisatawan merasa nyaman, mereka akan membelanjakan uang lebih banyak. Bayangkan 5.000 turis datang setiap bulan dan masing-masing belanja Rp1 juta, maka Rp5 miliar uang berputar di Sorong Raya,” jelasnya.

Ia menegaskan, citra Papua Barat Daya sebagai destinasi wisata unggulan harus segera dipulihkan dan tidak boleh rusak akibat aksi kriminalitas.

Peristiwa penjambretan tersebut terjadi pada Rabu malam (25/3/2026) sekitar pukul 19.50 WIT di Jalan Sam Ratulangi, Kota Sorong.

Korban berinisial MCR (31), seorang perempuan asal Argentina, mengalami patah tulang selangka kanan setelah terjatuh saat mempertahankan barang miliknya dari upaya perampasan.

Insiden bermula ketika korban bersama suaminya, MM, dan dua rekannya berjalan kaki usai menukar uang di Toko Jaya Gallileo Money Changer, dekat Hotel Rylich Panorama.

“Kami berjalan di sisi kiri jalan karena tidak ada trotoar. Tiba-tiba dua orang naik sepeda motor datang dari belakang dan mencoba merampok kami,” ungkap MM.

Pelaku berusaha merebut kamera yang tergantung di leher korban. Namun upaya itu gagal karena kamera terikat kuat.

“Mereka mencoba mencuri kamera istri saya, menyebabkan dia jatuh dan patah tulang selangka. Karena kamera tergantung di leher, mereka tidak berhasil mengambilnya,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami cedera serius pada bahu kanan.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Kota Sorong. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya patah tulang selangka kanan, sementara kondisi lainnya dilaporkan stabil.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif didampingi suaminya.

Sampai berita ini diterbitkan, korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena masih fokus pada pemulihan kondisi.

Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, AKP Afriangga U. Tan, belum mendapat respons.

Insiden ini memperkuat kekhawatiran publik terhadap meningkatnya kriminalitas jalanan di Kota Sorong, terutama yang mulai menyasar wisatawan asing.

Situasi tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap citra keamanan Papua Barat Daya sebagai gerbang utama menuju Raja Ampat.

Kasus ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan aparat keamanan. Ketika wisatawan asing mulai menjadi korban, maka bukan hanya individu yang dirugikan, tetapi reputasi daerah sebagai destinasi wisata global ikut dipertaruhkan.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut