Antisipasi Konflik Susulan, Ratusan Personel Polisi Disiagakan di Depan Komplek Pertokoan Yohan

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Situasi Kota Sorong kembali memanas. Sebanyak 150 personel kepolisian gabungan dari Polresta Sorong Kota dan Pasukan Brimob dikerahkan untuk meredam konflik massa yang pecah di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kompleks Pertokoan Yohan dan Mall Ramayana, Papua Barat Daya, sejak Kamis (28/8/2025) malam hingga Jumat (29/8/2025) pagi.
Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Indra Gunawan, menjelaskan bahwa pergerakan massa mulai terpantau sejak Kamis [28/8/2025] sekitar pukul 21.00 WIT. Massa diduga berasal dari beberapa wilayah, antara lain Komplek Yohan, Sorpus, Jalan Jenderal Sudirman, Puncak Arfak, hingga Kilometer 12 Kota Sorong.
“Personel ada dua pleton Brimob, satu regu Gegana, dan gabungan Polresta Sorong Kota,” ujar Indra kepada awak media, Jumat pagi. Ia menambahkan, konsentrasi pengamanan difokuskan di depan pertokoan Yohan karena situasi yang sangat tegang.
“Kita di [depan komplek pertokoan] Yohan itu situasi agak tegang sekali, sehingga dikawal terus sampai pagi, sebab memang massa serang petugas,” tegasnya.
Kericuhan bermula Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIT. Sekelompok pemuda melakukan penyerangan brutal terhadap pengendara yang melintas. Mereka melempari kendaraan roda dua maupun roda empat dengan batu, bahkan memblokade jalan dari depan kantor RRI hingga pertokoan Yohan.
Kapolsek Sorong Kota, Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin, sempat turun langsung membuka blokade. Namun upaya tersebut mendapat perlawanan keras. Massa menyerang polisi dengan batu dan petasan, memaksa aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Situasi semakin memanas hingga dini hari. Massa menyerang aparat dari tiga arah sekaligus: lorong samping pertokoan Yohan, lorong samping Ramayana, serta lorong masuk bangsal Pertamina Klademak III B. Polisi kemudian membalas dengan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan hingga akhirnya berhasil memukul mundur pelaku anarkis.
Akibat kericuhan, sejumlah warga terpaksa berlindung di fasilitas umum. Sisilia, warga Kampung Baru, mengaku tidak bisa pulang ke rumah.
“Saya baru pulang kerja, tapi karena situasinya begini [kacau], [saya] terpaksa tidur di RSAL sini,” ungkapnya.
Hal serupa dialami Irwan, warga Rufei.
“Kami mau melintas ke rumah, tapi karena tadi kondisinya begini, maka saya dan anak saya terpaksa berlindung di RSAL,” katanya.
Pantauan iNewssorongraya.id, hingga Jumat (29/8/2025) pukul 06.30 WIT, aparat masih siaga penuh. Meski massa sempat kembali melempari polisi, akhirnya pada pukul 07.00 WIT situasi berhasil dikendalikan dan arus lalu lintas kembali normal.
Sedikitnya tiga orang diamankan karena terlibat langsung dalam penyerangan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi anarkis ini dipicu oleh pemindahan empat tersangka kasus dugaan makar dari Sorong ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjalani persidangan.
Kompol Indra menegaskan pihaknya tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
“Saya belum bisa pastikan situasi di [komplek pertokoan] Yohan dan Kota Sorong sudah aman apa belum, tapi saran tetap waspada saja nanti,” ujarnya.
Editor : Hanny Wijaya