Massa Pendukung Gubernur Papua Diblokade Aparat di Batas Kota Jayapura, Teriakan Save Enembe Bergema

NEESMA
.
Selasa, 20 September 2022 | 12:43 WIB
Ratusan massa pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe tertahan di perbatasan Kota dan Kabupaten Jayapura, Selasa (20/9/2022). Foto : Neesma

Ratusan aparat saat menyekat pergerakan massa dari arah Sentani menuju kota Jayapura di perbatasan Waena - Sentani, Selasa (20/9/2022). Foto : Neesma

JAYAPURA, iNewsSorong.id - Massa aksi Koalisi Rakyat Papua (KRP) Save Lukas Enembe yang hendak menuju Kota Jayapura tertahan di perbatasan kota.

Sekitar 300 lebih massa yang bertolak dari Lapangan Theys Eluay, Sentani tertahan tepat di depan kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Jayapura, setelah gagal bernegosiasi bersama TNI/Polri.

Akibatnya sejumlah truk, mobil pick up dan kendaraan roda empat lainnya yang dipakai massa terpaksa harus diparkir menutupi ruas jalan.

Massa memilih tidak membubarkan diri dan duduk melantai di aspal, berorasi secara bergantian dengan mengucapkan 

"Hidup Lukas Enembe. Save Enembe. Jaga, selamatkan pemimpin Papua dari ancaman intimidasi dan kriminalisasi." teriak massa aksi saat menunggu negoisasi dengan aparat Kepolisian. 

Aksi massa ini sempat membuat aktivitas warga masyarakat lainnya terganggu. Hal ini terlihat dimana masyarakat yang dari arah Sentani, Kabupaten Jayapura yang hendak menuju ke Kota Jayapura tertahan dan tidak bisa melintas.

" Kami ini juga punya hak untuk beraktivitas, kenapa demo begini harus sengsarakan warga yang lain," ungkap Yoppy warga Jayapura yang ditemui iNews di Batas Kota. 

Tak hanya itu, ratusan pedagang yang mempunyai kios dan pertokoan terlihat lebih menutup tempat usaha mereka hal ini menurut Ismail untuk menghindari adanya kejadian yang tidak diinginkan.

" Kami pilih tutup toko mas, kami tidak mau kejadian tragedi 2019 (kerusuhan massa) terulang kembali, kami masih trauma, semoga Allah SWT melindungi kita semua dan demo ini berjalan lancar. Kami juga mendoakan Bapak Gubernur Lukas agar tetap kuat menjalani persoalan ini," ungkap Ismail. 

Sementara itu ratusan aparat keamanan gabungan Brimob dan TNI terus berjaga yang dilengkapi senjata dan kendaraan Barakuda.

Editor : Chanry Suripatty
Bagikan Artikel Ini