SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendorong ekowisata sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal tanpa mengorbankan kelestarian alam di Tanah Papua.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi Nurdin Lamatenggo, menegaskan pengembangan pariwisata tidak boleh hanya mengejar angka kunjungan wisatawan. Masyarakat asli Papua harus menjadi pelaku utama yang mengelola destinasi, menjaga alam, serta memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
“Ekowisata salah satu strategi kita untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di pariwisata, tapi juga konsep untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Yusdi dalam rangkaian PAPEDA Summit 2026 di Kota Sorong, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, posisi masyarakat lokal menentukan keberhasilan ekowisata. Warga bukan sekadar tenaga kerja di kawasan wisata, melainkan pihak yang memiliki peran kuat dalam pengambilan manfaat dan perlindungan lingkungan.
“Kita berharap orang lokal menjadi pemain utama, pelaku utama kegiatan. Mereka yang menjaga alamnya, mereka yang menikmati hasil. Kalau mereka menjaga alam, otomatis wilayahnya juga terjaga dengan baik,” katanya.
Pernyataan itu sejalan dengan agenda PAPEDA Summit 2026 yang membahas penyelarasan kebijakan pembangunan berkelanjutan, perlindungan hak masyarakat adat, pengembangan ekonomi alam baru, ketahanan pangan dan energi, serta integrasi ilmu pengetahuan dan kearifan lokal melalui pendekatan ridge-to-reef.
Dalam konteks pariwisata, ekowisata dipandang dapat menciptakan rantai ekonomi di tingkat kampung. Pendapatan wisata dapat mengalir ke pemandu lokal, homestay, transportasi, kuliner, kerajinan, hingga produk masyarakat sekitar destinasi.
Namun, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan untuk memastikan keuntungan pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada operator besar atau investor dari luar Papua. Model ekowisata juga harus menjaga kawasan adat, situs sakral, hutan, pesisir, dan laut dari tekanan kunjungan yang berlebihan.
Yusdi berharap PAPEDA Summit menjadi titik awal kesepakatan bersama seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua untuk mengembangkan ekowisata dengan prinsip keberlanjutan.
“Kita berharap setelah summit ini, semua provinsi, semua kabupaten, kota mulai terus mendorong pengembangan ekowisata,” ujarnya.
Keberhasilan ekowisata Papua, pada akhirnya, tidak hanya diukur dari ramainya wisatawan datang. Ukuran utamanya adalah apakah masyarakat lokal memperoleh kesejahteraan, hak adat terlindungi, dan alam tetap terjaga.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
