Raja Charrison Sinurat dan David Hamonangan Napitu Buat Bangga Papua Barat Daya Pada Ajang OSN 2026

CHANRY SURIPATTY
Raja Charrison Sinurat (atas) dan Prince David Hamonangan Napitu (bawah) pelajar SD Negeri 21 Kota Sorong yang meraih prestasi luar biasa dalam ajang OSN 2026. Kedua pelajar tersebut membuat bangga Provinsi Papua Barat Daya.

 

KOTA SORONG, iNewssorongraya.id  — Dua pelajar Sekolag Dasar dari Kota Sorong mengharumkan nama Papua Barat Daya pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Raja Charrison Sinurat meraih medali perunggu bidang Matematika, sedangkan Prince David Hamonangan Napitu memperoleh Honorable Mention bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar Papua Barat Daya mampu menembus persaingan nasional. Namun, capaian tersebut juga menyisakan catatan penting: seluruh wakil provinsi pada OSN 2026 berasal dari Kota Sorong.

Panitia nasional mengumumkan hasil OSN 2026 secara daring pada Minggu (30/8/2026). Raja, siswa SD Negeri 21 Kota Sorong, meraih juara III Matematika setelah bersaing dengan ratusan peserta dari 34 provinsi. Sedangkan David Napitu yang juga merupakan pelajar SD Negeri 21 Kota Sorong menerima penghargaan khusus atas pencapaiannya di bidang IPS.

OSN tingkat nasional berlangsung secara daring pada 26–28 Agustus 2026. Papua Barat Daya mengirim tujuh pelajar dari jenjang SD dan SMP/MTs yang sebelumnya lolos seleksi kabupaten/kota hingga provinsi.

Pendamping peserta tingkat nasional dari Dinas Pendidikan Papua Barat Daya, Itje Rumbarar, mengapresiasi pencapaian dua pelajar tersebut.

“Kami Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sangat bangga atas prestasi putra-putri daerah yang berhasil membawa nama Papua Barat Daya di ajang OSN tingkat nasional. Keberhasilan ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar untuk bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional,” ungkap Itje Rumbarar kepada iNewssorongraya.id usai menyaksikan pengumuman hasil lomba OSN 2026 secara daring, Minggu (30/8/2026).

Ia menilai medali perunggu Raja dan penghargaan untuk David memiliki arti penting karena diperoleh dalam kompetisi nasional yang ketat.

“Kami sangat bangga karena di tingkat nasional, siswa sekolah dasar dari Papua Barat Daya mampu meraih juara III dan “Honorable Mention” di tengah persaingan ratusan peserta dari 34 provinsi. Prestasi Raja Charrison Sinurat dan David Napitu merupakan capaian yang luar biasa dan patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Itje.


Pendamping peserta tingkat nasional dari Dinas Pendidikan Papua Barat Daya, Itje Rumbarar (kanan) dan para pelajar SD dan SMP asal kota Sorong yang mewakili Papua Barat Daya dalam ajang OSN 2026.

 

Selain Raja dan David, empat peserta lain dari jenjang SD ialah Syafid Ibni Basysyar dari SD Al Izzah serta Muhammad Djalalludin Akbar dari MIS Sains Al Hidayah Kota Sorong pada bidang IPA. Sementara itu, peserta SMP/MTs terdiri atas Alarich Alby Fachri Azis dari MTsS Sains Al Gebra untuk IPA, Ahmad Naufal dari SMP Muhammadiyah Al-Amin Sorong untuk IPS, dan Renvic Loires Tulit Ama dari SMP Negeri 6 Kota Sorong pada bidang Matematika.

Seluruh nama itu berasal dari Kota Sorong. Kondisi tersebut menunjukkan keberhasilan OSN 2026 belum sepenuhnya menggambarkan potensi pelajar di seluruh Papua Barat Daya. Pemerintah daerah perlu memastikan akses terhadap guru pembina, program latihan, dan fasilitas belajar kompetitif menjangkau kabupaten lain.

Itje mengatakan Dinas Pendidikan Papua Barat Daya akan memperkuat pendampingan peserta dan kapasitas guru untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Ke depan, kami akan memperkuat pembinaan untuk terus meningkatkan kualitas peserta didik di Papua Barat Daya. Kalau saat ini kan diwakili seluruhnya dari Kota Sorong, kami berharap pada tahun-tahun mendatang, bisa diwakili dari seluruh kabupaten/kota di Papua Barat Daya. Kami juga mendorong guru pendamping agar memberikan pendampingan berkelanjutan melalui tambahan belajar maupun bimbingan privat, sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” ujarnya.


Para peserta saat mengikuti lomba OSN 2026 yang diawasi oleh pengawas.

 

Ia juga meminta peserta yang belum memperoleh penghargaan agar tetap melanjutkan semangat belajar.

“Bagi siswa yang belum meraih juara pada kesempatan ini, jangan berkecil hati. OSN masih akan hadir pada tahun-tahun mendatang, sehingga kesempatan untuk berprestasi tetap terbuka. Kalian semua telah membawa nama baik dan membanggakan Papua Barat Daya dengan berhasil melaju hingga tingkat nasional pada OSN 2026,” pungkas Itje Rumbarar.

Medali Raja dan penghargaan David bukan sekadar capaian dua pelajar. Keduanya menjadi penanda bahwa Papua Barat Daya memiliki talenta akademik yang siap bersaing di panggung nasional. Tantangan berikutnya ialah mengubah kebanggaan itu menjadi pembinaan yang merata, agar prestasi tidak hanya lahir dari satu kota.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network