Video Viral Picu Polemik
Polemik tersebut bermula dari beredarnya video berdurasi 5 menit 7 detik di media sosial. Video itu memuat tudingan mengenai dugaan ketidakwajaran penyaluran dana hibah APBD Papua Barat Daya tahun 2023–2024 senilai lebih dari Rp100 miliar kepada Golden Gate dan beberapa yayasan.
Narasi dalam video juga menyebut sejumlah mantan pejabat daerah serta mendesak aparat penegak hukum mengusut penyaluran anggaran tersebut secara transparan. Hingga kini, tudingan dalam video itu belum terbukti secara hukum.
Mantan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Muhammad Musa’ad mengaku terkejut dan kecewa karena namanya ikut dikaitkan dengan tudingan tersebut. Ia menegaskan informasi yang disampaikan dalam video tidak benar dan telah merugikan dirinya serta keluarga.
Musa’ad menjelaskan, selama menjabat, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak Orang Asli Papua yang sedang menempuh pendidikan.
“Kami memang memberikan bantuan biaya pendidikan ke hampir semua kampus di wilayah Papua Barat Daya, dengan nilai anggaran rata-rata dan disesuaikan dengan kondisi kampus dan mahasiswa,” jelas Musa'ad seperti dilansir dari media PBD News belum lama ini.
Menurut Musa’ad, program prioritas Bisgemas mencakup bantuan studi mahasiswa, dukungan kepada perguruan tinggi, kerja sama dengan sekolah kedinasan, serta pendidikan vokasi di dalam dan luar negeri.
Ia menyatakan program tersebut telah menjangkau ribuan penerima manfaat dan sebagian besar merupakan Orang Asli Papua.
“Silakan dicek datanya. Program ini menyasar kelompok sasaran yang jelas, dan mayoritas adalah OAP,” tegasnya.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
