TIMIKA, iNewsSorongraya.id – Asisten Utama Operasi Kapolri Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menempatkan malaria sebagai salah satu ancaman terbesar bagi personel kepolisian yang bertugas di wilayah operasi Papua. Risiko penyakit tersebut dinilai tidak kalah serius dibandingkan gangguan keamanan di lapangan.
Penegasan itu disampaikan Fadil saat meninjau sejumlah wilayah operasi bersama jajaran Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole, Rabu (15/7). Kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi keamanan sekaligus memeriksa kesiapan fisik dan kesehatan anggota.
“Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan agar melakukan pengawasan secara melekat. Jangan sampai personel menjadi korban karena lalai menjaga kondisi kesehatannya,” tegas Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran.
Ia meminta setiap komandan sektor memastikan personel mengonsumsi obat pencegahan malaria secara disiplin. Anggota juga diwajibkan menggunakan kelambu, memakai perlengkapan pelindung diri, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurut Fadil, pencapaian target operasi tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keselamatan anggota selama penugasan juga harus menjadi indikator utama dalam evaluasi operasi keamanan di Papua.
Karena itu, pelayanan medis dan dukungan kesehatan harus tersedia secara memadai di setiap pos. Langkah tersebut diperlukan agar gejala malaria dapat terdeteksi lebih awal dan personel yang terjangkit segera memperoleh penanganan.
Dalam kunjungan itu, Fadil menerima paparan mengenai perkembangan keamanan, evaluasi pelaksanaan operasi, penanganan gangguan kamtibmas, serta program pembinaan masyarakat. Ia turut memeriksa kesiapan personel dan dukungan operasional di lapangan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan arahan mengenai kesehatan anggota akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas.
“Kunjungan Astamaops Kapolri menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel, khususnya pencegahan malaria, akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan," ujarnya.
Faizal menegaskan kesiapan personel harus dijaga agar operasi berlangsung optimal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Pencegahan malaria, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tugas kepolisian di Papua.
Melalui evaluasi tersebut, Polri menegaskan bahwa perlindungan kesehatan bukan sekadar kebutuhan pendukung, melainkan unsur strategis dalam menjaga efektivitas operasi dan keselamatan anggota di lapangan.
Editor : Hanny Wijaya
