SORONG, iNewsSorongRaya.id — Transformasi digital di Tanah Papua kini fokus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan siber. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk memastikan pelayanan publik berbasis digital di daerah otonomi baru (DOB) tersebut berjalan aman, andal, dan tepercaya.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Andri Pancoro, menegaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya memiliki peluang emas untuk membangun fondasi digital yang kuat sejak awal.
"Digitalisasi layanan pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan aplikasi dan dokumen digital, tetapi juga harus didukung sistem keamanan informasi yang kuat," ujar Andri, Minggu (5/7/2026).
Penguatan ini mendesak dilakukan mengingat tingginya ancaman siber. Berdasarkan data BSSN sepanjang tahun 2025, tercatat ada sekitar 5,5 miliar anomali trafik di ruang siber Indonesia. Mirisnya, sekitar 93 persen di antaranya merupakan aktivitas berbahaya seperti upaya pencurian data dan serangan siber yang dapat melumpuhkan layanan publik.
Menurut Andri, membangun kesiapsiagaan sejak awal jauh lebih efektif dan efisien dibanding melakukan penanganan setelah insiden (kebocoran data) terjadi.
Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), BSSN kini gencar memberikan asistensi dan bimbingan teknis kepada aparatur Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Papua Barat Daya.
Langkah awal yang ditekankan adalah pendataan aset digital untuk menganalisis risiko dan kerentanan sistem. "Kita tidak dapat melindungi sesuatu yang tidak diketahui," tambah Andri.
Selain aspek teknis, BSSN juga mendorong pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber di setiap instansi guna mempercepat respons mitigasi. Andri pun mengajak seluruh pemerintah daerah di Papua Barat Daya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi.
"Keamanan siber tidak mengenal batas wilayah maupun waktu. Sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, kota, hingga tingkat nasional sangat penting untuk menjaga ruang siber Indonesia tetap aman," pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
