Aksi Begal Semakin Marak, Razia Malam di Kota Sorong Dikawal Brimob

CHANRY SURIPATTY
Seorang personel Brimob Polda PBD bersenjata lengkap, saat melakukan pengamanan razia malam KRYD Kepolisian Polda Papua Barat Daya.(Foto : iNewssorongraya.id/Chan).

SORONG, iNewssorongraya.idPolda Papua Barat Daya mengintensifkan razia malam di sejumlah titik rawan Kota Sorong, Senin malam, 25 Mei 2026, menyusul meningkatnya keresahan warga terhadap aksi kejahatan jalanan, termasuk begal, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Operasi yang dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Junov Siregar, Senin (25/5/2026) malam itu dikawal pasukan Brimob bersenjata lengkap. Aparat menyasar kendaraan mencurigakan, senjata tajam, minuman keras, kendaraan tanpa dokumen, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam hari.

Di lokasi razia, personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya bersama jajaran terkait menghentikan kendaraan yang melintas di titik pemeriksaan. Satu per satu pengendara diminta berhenti untuk menjalani pemeriksaan identitas, kelengkapan kendaraan, barang bawaan, hingga bagian dalam mobil dan sepeda motor yang dicurigai.

Pengawalan Brimob bersenjata dilakukan untuk memastikan operasi berjalan aman, terukur, dan terkendali. Kehadiran personel bersenjata juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi perlawanan dari pelaku kejahatan maupun kelompok yang dinilai dapat mengganggu keamanan warga.

Kasubdit Jatanras Polda Papua Barat Daya, AKBP Ardy Yusuf, mengatakan razia malam tersebut merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di Kota Sorong.

“Razia ini kami lakukan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, terutama pada malam hari. Kami memeriksa kendaraan, identitas, dan barang bawaan masyarakat yang dicurigai agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif ”ungkap AKBP Ardy Yusuf.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi dokumen. Aparat juga menyita senjata tajam dan minuman keras yang ditemukan dibawa oleh pengendara.

Razia tidak hanya menyasar masyarakat umum. Sejumlah anggota polisi dan TNI juga ikut terjaring karena tidak menggunakan helm saat berkendara. Temuan tersebut menunjukkan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh pengendara yang melanggar aturan di lokasi operasi.

Namun, suasana razia sempat memanas ketika seorang pengendara memprotes keras petugas. Pengendara itu mengaku diduga dipukul oleh oknum anggota polisi yang sedang bertugas di lokasi razia.

Ketegangan mereda setelah anggota Propam turun menangani dugaan pemukulan tersebut di tempat kejadian. Penanganan oleh Propam menjadi bagian penting agar pelaksanaan razia tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Polisi menyebut razia malam akan dilakukan secara berkala di lokasi yang dianggap rawan tindak kriminal. Langkah ini dilakukan untuk menekan kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hari, terutama pencurian, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan gangguan kamtibmas lainnya.

Kepolisian juga meminta masyarakat bersikap kooperatif saat pemeriksaan berlangsung. Warga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Razia malam yang dikawal Brimob bersenjata ini menjadi langkah tegas Polda Papua Barat Daya dalam menjaga keamanan Kota Sorong. Namun, aparat juga dituntut memastikan setiap tindakan di lapangan tetap profesional, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan agar upaya menjaga kamtibmas tidak mengabaikan hak warga.


Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network