BAMUSBAMA, iNewssorongraya.id – Pemerintah Kabupaten Tambrauw bergerak cepat meredam keresahan warga setelah pembunuhan terhadap seorang pegawai honorer pemerintah daerah oleh orang tak dikenal (OTK). Wakil Bupati Tambrauw, Paulus Ajambuani, turun langsung menemui masyarakat Distrik Bamusbama untuk menyampaikan perkembangan kasus sekaligus meminta dukungan warga dalam mengungkap pelaku.
Pertemuan dengan masyarakat berlangsung di Kantor Kampung Bamusbama, Rabu (11/3/2026). Dialog terbuka itu digelar beberapa hari setelah peristiwa penyerangan di Kampung Banfot pada Minggu (8/3/2026) yang merenggut nyawa Abraham Franklin Delano Kambu, staf Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tambrauw.
Warga Distrik Bamusbama saat bertemu dengan Wakil Bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Ajambuani menjelaskan secara langsung kronologi kejadian kepada masyarakat serta langkah-langkah yang tengah dilakukan aparat keamanan.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten Tambrauw, saya sangat prihatin dan menyesali kejadian tersebut. Saya berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Tambrauw. Untuk itu saya meminta dukungan masyarakat untuk membantu aparat dengan memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap keberadaan para pelaku,” ujar Paulus Ajambuani.
Dialog itu juga dihadiri sejumlah pejabat dan unsur keamanan, di antaranya Anggota DPRK Tambrauw Melkianus Yesnath, Pelaksana Tugas Kasatpol PP Yusuf Yesnath, Kepala Distrik Bamusbama Simon Yesyan, Komandan Kompi 3 Yon A Pelopor Iptu Sheyun Ibrahim, Kasat Binmas Polres Tambrauw Iptu Kritofel Wally, serta Dan Pos Pengamanan Rahwan Satgas 763/VYS Lettu Infanteri Rizky Nurahyono.
Wakil Bupati Tambrauw, Paulus Ajambuani, turun langsung menemui masyarakat Distrik Bamusbama paska pembunuhan pegawai honorer oleh OTK. [FOTO : iNewssorongraya.id - PEKO]
Dalam kesempatan itu, Ajambuani meminta warga tetap berada di kampung selama aparat melaksanakan operasi penyisiran guna mencari pelaku pembunuhan.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan. Kepada warga saya berharap bisa membantu pihak TNI–Polri untuk tetap berada di kampung, karena akan dilakukan operasi penyisiran mencari pelaku pembunuhan,” kata Ajambuani.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat pengungkapan kasus yang telah memicu kekhawatiran di tengah warga Distrik Bamusbama.
Perwakilan TNI dan Polri dalam pertemuan tersebut memastikan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas. Aparat akan memperketat pengamanan wilayah dengan dukungan tambahan personel dari Kepolisian Daerah Papua Barat Daya.
Langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal selama proses pencarian pelaku berlangsung.
Aparat juga mengajak warga bekerja sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta segera melaporkan setiap informasi yang berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut.
Wakil Bupati Tambrauw, Paulus Ajambuani, turun langsung menemui masyarakat Distrik Bamusbama paska pembunuhan pegawai honorer oleh OTK. [FOTO : iNewssorongraya.id - PEKHO]
Kepala Distrik Bamusbama Simon Yesyan, yang mewakili masyarakat setempat, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut.
Ia menegaskan warga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang agar pelaku segera ditangkap.
Menurutnya, kejadian yang menewaskan pegawai honorer pemerintah daerah itu telah menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, terutama saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya pertemuan langsung antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, warga berharap situasi keamanan di Distrik Bamusbama segera pulih serta pelaku pembunuhan dapat segera diungkap.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
