Polres Sorong Siaga 1 dan Percepat Penangkapan Pembunuh Ibu Muda di Aimas

CHANRY SURIPATTY
Kepala Bagian Operasi Polres Sorong, AKP Gerryliyus Febrera. (Foto: Istimewa).

AIMAS, iNewssorongraya.idPolres Sorong menerapkan status siaga satu dan langkah persuasif bersamaan dengan penegakan hukum untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, menyusul kasus pembunuhan seorang ibu muda di Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pengamanan ketat dilakukan guna mengantisipasi potensi aksi balas dendam dari pihak keluarga korban, sekaligus memastikan proses hukum berjalan profesional dan terukur.

Langkah ini menandai tiga fokus utama kepolisian: pengamanan maksimal, mediasi pencegahan konflik, dan perburuan pelaku. Aparat bersiaga penuh, patroli ditingkatkan, serta komunikasi dengan tokoh masyarakat diperkuat agar situasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Sejak Minggu (18/1/2026) malam, Polres Sorong dijaga ketat aparat. Status siaga satu diberlakukan untuk merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas. Kepolisian memastikan kesiapsiagaan personel, terutama pada jam-jam rawan, demi melindungi masyarakat dan mencegah eskalasi emosi pascaperistiwa tragis tersebut.

Kepolisian juga mengimbau warga agar tetap tenang, tidak terprovokasi isu yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Sebagai upaya preventif, Polres Sorong mempertemukan perwakilan keluarga korban dan keluarga terduga pelaku dalam sebuah pertemuan di Mapolres Sorong. Mediasi dipimpin Kepala Bagian Operasi Polres Sorong, AKP Gerryliyus Febrera, dengan melibatkan tokoh-tokoh dari kedua belah pihak.

“Kami baru saja melakukan pertemuan dengan para tokoh dari kedua belah pihak, bagaimana kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini secara persuasif,” ujar AKP Gerryliyus.

Menurutnya, pendekatan persuasif penting untuk meredam emosi dan menjaga ketertiban umum. Kedua pihak sepakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, termasuk pengerahan massa maupun penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

Di sisi lain, proses hukum terus dilakukan. Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong masih memburu terduga pelaku yang diduga melarikan diri ke wilayah Kabupaten Maybrat. Sejak kejadian sekitar pukul 09.00 WIT, aparat bergerak cepat melakukan pengejaran, mengumpulkan alat bukti, serta menelusuri rekaman CCTV.

“Untuk penanganan secara pidana, kami tetap berupaya menangkap pelaku yang saat ini masih dalam proses pengejaran oleh Satreskrim Polres Sorong,” tegas AKP Gerryliyus.

Dia memastikan, kepolisian berkomitmen menjalankan proses hukum secara profesional dan transparan, sejalan dengan asas praduga tak bersalah.

Peristiwa pembunuhan terjadi di depan gerbang Gereja Santo Bernardus Aimas, Minggu pagi. Korban, seorang ibu muda bernama Christina Ewit Syufi (22), datang untuk mengikuti ibadah bersama anaknya. Sesaat sebelum memasuki area gereja, korban diserang dan ditikam berulang kali oleh seorang pria yang diduga mantan suaminya. Korban sempat meminta pertolongan sambil menggendong anaknya, namun meninggal dunia di lokasi akibat kehabisan darah. Pelaku melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi.

Polres Sorong mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sorong—tokoh agama, adat, pemuda, dan warga—untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan memperkuat komunikasi sosial. Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas terpantau kondusif dengan patroli dan pengamanan yang terus ditingkatkan.

Kepolisian menegaskan, kombinasi pendekatan persuasif dan penegakan hukum tegas menjadi kunci mencegah konflik lanjutan, sekaligus memastikan rasa aman masyarakat tetap terjaga.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network