Pemprov Papua Barat Daya Dorong Mutu Pendidikan SLB Lewat Workshop Pembelajaran Kekhususan

CHANRY SURIPATTY
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya bersama pemateri dan pejabat Disdik saat menabuh tifa tanda dimulainya Workshop Pembelajaran Kekhususan bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Sorong, Jumat [28/11/2025].

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id  – Upaya memperkuat layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus memasuki babak baru di Papua Barat Daya. Pada Jumat, 28 November 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya resmi membuka Workshop Pembelajaran Kekhususan bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Sorong. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam memahami karakteristik, strategi, dan asesmen yang sesuai bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus.

Workshop yang berlangsung hingga 30 November 2025 itu diikuti 70 tenaga pendidik dari SDLB, SMPLB, SMALB Kota Sorong, SLB Kabupaten Sorong, SLB Raja Ampat, serta ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi.

 

Langkah Strategis Tingkatkan Kompetensi Guru SLB


Ketua Panitia, Robert Sentuf saat memberikan laporan kegiatan.

 

Ketua Panitia, Robert Sentuf, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari kebutuhan peningkatan mutu pendidikan khusus yang diatur melalui berbagai regulasi nasional, termasuk UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Permendiknas No. 57/2001 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta aturan Direktur Jenderal GTK mengenai kompetensi literasi dan numerasi guru.

Dalam laporannya, Robert menegaskan pentingnya penguatan profesionalisme pendidik.
Menurutnya, “Maksud utama dari kegiatan ini adalah memperkuat dan mengadaptasi kompetensi profesional Guru SLB dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan individu siswa.”


Peserta Workshop saat mengikuti kegiatan.

 

Ia menambahkan bahwa pendekatan personal menjadi inti dari pendidikan khusus.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam merancang strategi pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan individu siswa, sehingga mereka lebih aktif, termotivasi, dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal,” ujarnya.

 

Kadisdik: Guru SLB Adalah Agen Perubahan


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya saat memberikan sambutan.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menegaskan pentingnya perubahan pola kerja guru dalam memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

Dalam sambutannya ia mengatakan,
“Kita tenaga pendidik ini sebagai agen perubahan. Kita harus tinggalkan kebiasaan buang-buang waktu, apalagi dalam mendidik anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Saya berharap seluruh guru mengikuti workshop ini dengan baik.”

Ia juga menjelaskan bahwa metode diskusi menjadi pendekatan utama pelaksanaan workshop tersebut.
“Workshop ini lebih banyak diskusi. Mereka mencurahkan pendapat tentang pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah masing-masing. Narasumber yang berkompeten hadir untuk memberikan arahan dan penguatan, sehingga semangat mengajar guru kembali meningkat,” jelasnya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

 

Adolof menegaskan bahwa pendidikan khusus merupakan komitmen nasional dan internasional dalam memenuhi hak-hak warga negara.
“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memberikan pelayanan menyeluruh bagi warga negara, termasuk anak berkebutuhan khusus. Pemerintah pusat pun terus membantu, seperti penambahan ruang belajar di SLB Raja Ampat,” tuturnya.

 

Balai GTK: Strategi Khusus Wajib Dimiliki Guru SLB


Penelaah Teknis Kebijakan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua Barat, Lusi Evita saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

 

Penelaah Teknis Kebijakan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua Barat, Lusi Evita, menegaskan bahwa pendidikan inklusif menuntut guru memiliki strategi tambahan dalam menangani keragaman kebutuhan siswa.
“Pembelajaran kekhususan berarti kita menghadapi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Kita harus memiliki strategi atau metode tersendiri untuk menangani mereka. Selain metode, sarana prasarana juga harus memadai, misalnya huruf timbul bagi siswa hambatan penglihatan.”


Peserta kegiatan saat mengikuti arahan dalam Workshop Pembelajaran Kekhususan bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Sorong.

 

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru perlu terus berlanjut.
“Dinas Pendidikan Papua Barat Daya selalu memfasilitasi guru SLB untuk mengembangkan diri melalui workshop seperti ini. Output kami nanti adalah perangkat pembelajaran dan PPI (Program Pembelajaran Individual) bagi setiap anak,” ujarnya.

 

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan Inklusif


Pembukaan Workshop Pembelajaran Kekhususan bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Sorong.

 

Workshop selama tiga hari ini tidak hanya menghadirkan materi teknis, tetapi juga ruang kolaborasi antarguru lintas daerah. Guru yang memiliki pengalaman lebih panjang di wilayah tertentu dapat berbagi pendekatan dengan rekan dari daerah lain.


Peserta kegiatan saat foto bersama dalam Workshop Pembelajaran Kekhususan bagi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Sorong.

 

Melalui kegiatan ini, pemerintah provinsi berharap layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus semakin merata, profesional, dan sesuai standar nasional. Workshop ini sekaligus menjadi bukti bahwa Papua Barat Daya berkomitmen kuat dalam mewujudkan pendidikan khusus yang inklusif, modern, dan berkeadilan.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network