Pentingnya Kurikulum Masyarakat Hukum Adat Berbasis Konservasi Guna Tingkatkan Skills 4C di Tambrauw

GAMAL
Tenia Kurniawati, mengembangkan Kurikulum Budaya Tambrauw Berbasis Konservasi dengan pendekatan Project Based Learning (PJBL).

 

TAMBRAUW, iNewssorongraya.id - Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, memiliki keberagaman masyarakat hukum adat yang terdiri dari suku Abun, Mpur, Miyah, Ireres, dan Moi Kelin. Selain itu, suku Biak juga telah diakui sebagai bagian dari suku di Tambrauw. Keanekaragaman ini menjadi potensi yang layak untuk dikembangkan dan diperkenalkan secara luas.


Tenia Kurniawati, mengembangkan Kurikulum Budaya Tambrauw Berbasis Konservasi dengan pendekatan Project Based Learning (PJBL).

Tenia Kurniawati, dalam penelitian disertasinya di Universitas Negeri Malang, mengembangkan Kurikulum Budaya Tambrauw Berbasis Konservasi dengan pendekatan Project Based Learning (PJBL). Kurikulum ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas (4C) bagi siswa.

"Pengembangan kurikulum ini mengangkat kearifan lokal suku Abun sebagai pembelajaran kontekstual dan mengenalkan Tambrauw kepada generasi muda serta masyarakat luas," ujar Tenia, Kamis (20/03/2025).


Tenia Kurniawati, mengembangkan Kurikulum Budaya Tambrauw Berbasis Konservasi dengan pendekatan Project Based Learning (PJBL).

 

Ia menjelaskan bahwa pendekatan PJBL dipilih karena lebih humanis dan berpusat pada siswa, sehingga dianggap lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan 4C. Kurikulum ini telah divalidasi oleh empat ahli, yakni ahli kurikulum, media, bahasa, dan materi, serta telah diuji melalui eksperimen.

"Kurikulum ini terdiri dari dokumen kurikulum, modul pembelajaran, 14 video edukasi, aplikasi web berbasis LMS (Learning Management System), serta instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan siswa," tambahnya.


Tenia Kurniawati, mengembangkan Kurikulum Budaya Tambrauw Berbasis Konservasi dengan pendekatan Project Based Learning (PJBL).

 

Hasil eksperimen terhadap siswa SMP di wilayah adat suku Abun menunjukkan bahwa kurikulum ini layak dan efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan kolaborasi dibandingkan dengan kurikulum lokal yang ada.

Dengan hasil tersebut, Kurikulum Budaya Tambrauw Berbasis Konservasi diharapkan mampu memberikan warna baru bagi pendidikan di Tambrauw agar lebih kontekstual, humanis, dan menyenangkan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi kabupaten/kota lain di Papua untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengangkat kearifan lokal, tetapi juga mengintegrasikan isu lingkungan.

 

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network