TNI Gerak Cepat Dukung Penanganan Bencana Kemanusiaan di Puncak Papua Tengah

NATHAN MAKING
Pasukan TNI saat mengawal pendistribusian bantuan Panglima TNI bagi warga korban darurat bencana kelaparan /kekeringan di dua Distrik yaitu Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan (FOTO : ISTIMEWA)

TIMIKA, iNewsSorong.id - Pasca Bupati Puncak menerbitkan Surat Nomor 300.2/28/tahun 2023 tanggal 7 Juni 2023 yang menetapkan status tanggap darurat bencana kelaparan /kekeringan di dua Distrik yaitu Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi,

Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., pun bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan  akibat bencana kelaparan /kekeringan di dua wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Penerangan Kogabwilhan III,  Kolonel CZI IGN Suriastawa kepada wartawan menerangkan, bantuan logistik berupa sembako. Bantuan logistik dari Panglima TNI itu dikirim bersama bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI  menggunakan Pesawat C-130 Hercules TNI AU melalui Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menuju Timika.

“ Lalu dari Timika menuju lokasi menggunakan Alutsista helikopter TNI yang berada dibawah kendali Kogabwilhan III, ungkap Kepala Penerangan Kogabwilhan III,  Kolonel CZI IGN Suriastawa dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi iNewsSorong.id, Selasa(1/8/2023).

Lebih lanjut Suriastawa mengatakan adapun Bantuan Sosial (Bansos) dari Panglima TNI maupun dari Kemensos RI  itu berupa beras, mie instan, sembako, makanan siap saji, tenda gulung, sarden, cornet, biscuit, sosis, abon, pakaian dan selimut.  Total bansos yang terdistribusi dengan Alutsista TNI dibawah kendali Kogabwilhan III adalah 23.204 kg.

“ Hal ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di Papua bukan hanya karena masalah Kelompok Separatis Teroris (KST) semata, namun harus membawa dampak positif bagi kesejahteraan Papua, mendukung penanganan masalah kemanusiaan dan mendukung kelancaran pembangunan Papua,”ujarnya.

 

Menurut Suriastawa, perlu diketahui bahwa meluasnya peran TNI dalam mendukung pembangunan, keluar dari sekedar alat pertahanan dan keamanan, telah menjadi trend global. Menurutnya,  Alfred Stepan dalam Buku "The New Professionalism of Internal Warfare and Military Role Expansion" (1973) menegaskan bahwa arti militer profesional sudah mengalami perubahan paradigma.

" Di era sebelumnya yang didefinisikan oleh Samuel Huntington (1947), militer profesional adalah untuk menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan (old militay professionalism). Namun Alfred Stepan menegaskan bahwa militer profesional modern adalah mengemban tugas mendukung pembangunan selain menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan (new military professionalism),"bebernya. 

Untuk itu menurut Suriastawa, TNI sebagai organisasi militer profesional modern pun telah mengadopsi fenomena new military professionalism Alfred Stepan diatas.

" TNI tidak hanya berkutat menangani masalah ancaman militer atau ancaman bersenjata, namun telah banyak berpartisipasi menangani permasalahan pembangunan. Salah  satu buktinya adalah mendukung penanganan bencana kemanusiaan yang baru saja terjadi di Puncak, Papua Tengah,"tegasnya. 

Editor : Sayied Syech Boften

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network