Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Keluarga Letda Jihad Tolak Rilis “Kelalaian” dari Pihak Kopassus: Penyelidikan Masih Prematur!
Advertisement . Scroll to see content

Unjuk Rasa Warnai Pertemuan Tertutup Tim Investigasi & Keluarga Almarhum Letda Jihad di Makorem 181

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 04:07 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Unjuk Rasa Warnai Pertemuan Tertutup Tim Investigasi & Keluarga Almarhum Letda Jihad di Makorem 181
Aksi demonstrasi kerabat almarhum Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid pada Makorem 181 Sorong mendesak transparansi tim investigasi gabungan TNI atas kematian janggal korban, Kamis (29/10/2026).

 

SORONG KOTA, iNewsorongraya,id  – Tim investigasi gabungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) menggelar pertemuan tertutup bersama orang tua almarhum Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid di Makorem 181/Praja Vira Tama (PVT), Kota Sorong, Kamis (29/10/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di tengah tekanan puluhan kerabat korban yang menduduki area luar markas guna menuntut kebenaran mutlak atas kematian sang perwira muda.

Sebelum menggelar aksi demo di depan Makorem 181/PVT, massa yang berasal dari kerabat almarhum ini sempat memblokade pintu kedatangan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong pada Kamis siang. Mereka bermaksud mengadang tim investigasi Mabes TNI AD setibanya dari Jakarta untuk meminta penjelasan langsung. Aksi blokade tersebut sempat melumpuhkan akses keluar kendaraan di area bandara, sebelum akhirnya Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Roy Molle turun tangan dan berhasil meredam eskalasi massa melalui dialog humanis.

Kekecewaan mendalam keluarga bermula dari narasi awal Mabes TNI yang menyebut Letda Jihad tewas akibat kelalaian prosedur pengosongan senjata (clearing) oleh juniornya, Letda Inf AG, di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, Kartasura, pada Sabtu (24/10/2026). Sepupu korban, Syahril Wainsaf, membantah keras klaim kelalaian tersebut karena pihak keluarga menemukan kejanggalan fisik berupa luka yang tidak selaras dengan pernyataan resmi institusi.

"Jika pihak Kopassus bilang ada ledakan di gudang senjata, kami bukan orang bodoh, sebab di tubuh korban ada luka dua lubang dan terdapat memar di dada," tegas Syahril di sela-sela orasinya.

Syahril juga membeberkan bahwa pihak keluarga telah mengantongi jejak digital berupa bukti percakapan sesaat sebelum insiden penembakan terjadi.

"Saya tegaskan kematian Jihad Al-Rasyid ini bukan kelalaian, sebab semua ini murni ada pembunuhan. Kopassus jangan menutupi itu," ujarnya.

Sementara ketegangan terjadi di luar gerbang, negosiasi krusial berlangsung di dalam Makorem 181/PVT tanpa akses peliputan media. Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi bertindak sebagai fasilitator yang mempertemukan petinggi Grup 2 Kopassus, tim Pomad, dan keluarga inti almarhum.

Tokoh masyarakat Papua Barat Daya yang mewakili keluarga korban, Syarifuddin Sabonama, mengapresiasi integritas Danrem yang berani menekan tim investigasi agar bertindak lurus dan transparan.

"Pak Danrem memberikan penegasan kepada mereka (tim investigasi) bahwa tolong proses kasus ini dengan sejujur-jujurnya, selurus-lurusnya, dan seadil-adilnya. Kami juga menyampaikan ada bukti WA dan rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku tiga kali bolak-balik di dalam untuk mengganti senjata, itu harus diperiksa tuntas," ungkap Syarifuddin saat menemui massa aksi yang sedang melakukan orasi di depan markas Korem 181 PVT Sorong.

Syarifuddin turut mengingatkan para elite TNI AD agar tidak mengorbankan marwah lembaga hanya demi melindungi seorang oknum pelaku kejahatan. Ia menjamin pihak keluarga tidak akan mundur sejengkal pun dan siap membawa rentetan kasus ini hingga ke meja otoritas tertinggi, Presiden Prabowo Subianto, apabila kebenaran coba dimanipulasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kopassus telah mengeluarkan pernyataan bahwa Letda Inf AG telah dijatuhi sanksi pencabutan kualifikasi elite militer dan resmi ditahan di Denpom IV/Surakarta. Tersangka kini dijerat dengan Pasal 474 ayat (3) KUHP, sembari menunggu hasil pemeriksaan alat bukti baru yang dibawa tim investigasi dari Kota Sorong menuju Mabes TNI AD.

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut