Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : LMA Papua Barat Daya Desak TNI Transparan Usut Kematian Letda Jihad di Markas Kopassus
Advertisement . Scroll to see content

Potret Ketegaran Mayor Inf Triyana Saat Berikan Penghormatan Terakhir bagi Putranya di TMP Sorong

Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:08 WIB
  • author LORAINE AMANDA
Potret Ketegaran Mayor Inf Triyana Saat Berikan Penghormatan Terakhir bagi Putranya di TMP Sorong
Momen haru Mayor Inf Triyana bersimpuh tegar memberikan penghormatan terakhir di pusara putranya, Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, di TMP Tri Jaya Sakti, Sorong, Selasa (26/10/2026).(Insert Foto : Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid semasa hidupnya).

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id  – Duka mendalam menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Kota Sorong. Kepala Penerangan Korem 181/Praja Vira Tama, Mayor Inf Triyana, tampak tegar bersimpuh menatap pusara putra kebanggaannya, Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, yang dimakamkan pada Selasa (26/10/2026).

Potret ketegaran sang ayah saat memberikan penghormatan terakhir beredar luas dan menyita perhatian publik di media sosial. Sebuah akun bernama Fitrah Wasolo mengunggah momen memilukan tersebut dengan iringan lagu Bunga Terakhir, memicu gelombang doa serta simpati dari warganet bagi perwira muda yang gugur misterius tersebut.

Sejak jenazah tiba di Sorong hingga seluruh prosesi pemakaman usai, tidak ada satu patah kata pun terucap dari bibir Triyana. Perwira menengah TNI tersebut memilih bungkam, menahan kepedihan luar biasa atas kematian tragis putranya di markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Solo, Jawa Tengah.

Kepergian Letda Jihad menyisakan kehilangan besar. Pemuda kelahiran Pulau Doom ini bukanlah prajurit sembarangan, melainkan perwira elite lulusan Akademi Militer (Akmil) 2024 yang memiliki rekam jejak cemerlang. Almarhum pernah menjabat sebagai pelatih bela diri Batalyon 762/VYS, menembus kualifikasi ketat Satuan 81/Gultor, dan terpilih mengikuti pendidikan militer di Rusia.

Prestasi internasional itu sempat menjadi puncak kebanggaan keluarga. Ibunda almarhum, Zainab Jelfoom, masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan sang buah hati sebelum petaka itu datang.

 

"Jihad sempat telepon ke saya, bahwa mama punya anak adalah orang Misool, Raja Ampat, pertama ikut pendidikan di Rusia," ungkap Zainab mengenang mendiang putranya.

Namun, deretan kebanggaan tersebut kini berganti menjadi tuntutan keadilan. Pihak keluarga mencium kejanggalan kuat di balik insiden berdarah yang merenggut nyawa prajurit tangguh itu di medan tugasnya sendiri.

"Harapan saya yang mau menjadikan Jihad Al-Rasyid sebagai anak bermanfaat bagi negara dan agama, semuanya sirna sebab meninggal tak wajar di Kota Solo," katanya dengan nada getir.

Di mata sang ibu, almarhum adalah figur anak yang taat beragama, memiliki disiplin tinggi, dan sangat berbakti kepada orang tua.

"Anak Jihad Al-Rasyid adalah sosok santun, dan tidak pernah membantah perintah saya serta ayahnya di Sorong," ujar Zainab, Selasa (27/10/2026).

Kini, keluarga menolak segala bentuk manipulasi narasi di ruang publik. Mereka mendesak transparansi penuh dan pertanggungjawaban mutlak dari seluruh institusi militer yang menaungi almarhum.

"Saya mohon mulai dari Komandan Kopassus sampai ke bawah, kalian semua harus bisa tanggungjawab hilangnya nyawa Jihad, saya menunggu keadilan dunia-akhirat," tegasnya.

Kasus hilangnya nyawa perwira muda ini kini menjadi ujian integritas bagi institusi pertahanan negara. Keluarga besar di Sorong menanti langkah tegas Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan mengusut tuntas misteri kematian Letda Jihad, demi menjawab jeritan hati seorang ibu dan memberikan keadilan bagi sang prajurit terbaik.

 

Editor: Chanry Suripatty

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut