Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Emosi Ketinggalan Pesawat, Penumpang Nekat Terobos Area Steril dan Aniaya Petugas Bandara di Sorong
Advertisement . Scroll to see content

Ibunda Letda Jihad Desak Presiden Prabowo Kawal Pengusutan Kematian Anaknya

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:21 WIB
  • author STEVANI GLORIA
Ibunda Letda Jihad Desak Presiden Prabowo Kawal Pengusutan Kematian Anaknya
Zainab Jelfoom, ibunda Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, mendesak Presiden Prabowo dan jajaran Kopassus memastikan pengusutan terbuka atas kematian putranya dalam insiden pistol di Sukoharjo.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Ibunda Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, Zainab Jelfoom, meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan memastikan pengusutan kematian putranya di Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berlangsung transparan. Keluarga mendesak pertanggungjawaban atas insiden yang merenggut nyawa perwira muda TNI tersebut.

Desakan itu disampaikan Zainab setelah menerima kabar kematian putranya akibat letusan pistol di Gudang Senjata Peralatan (Pal) Grup 2 Kopassus, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Zainab mengaku terpukul atas kepergian anaknya. Ia mempertanyakan peristiwa yang terjadi di lingkungan satuan elite TNI AD tersebut dan meminta jajaran komando memberikan penjelasan secara terbuka.

"Saya mohon mulai dari Komandan Kopassus sampai ke bawah, kalian semua harus bisa tanggungjawab hilangnya nyawa Jihad, saya menunggu keadilan dunia-akhirat," ucapnya kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Zainab, Jihad merupakan sosok yang disiplin, santun, dan memiliki cita-cita besar untuk mengabdikan diri kepada bangsa melalui institusi TNI.

"Anak Jihad Al-Rasyid adalah sosok santun, dan tidak pernah membantah perintah saya serta ayahnya di Sorong," ujar Zainab.

Putra pasangan Mayor Inf Triyana dan Zainab Jelfoom itu lahir di Pulau Doom, Kota Sorong, pada 20 Februari 2002. Setelah menyelesaikan pendidikan Akademi Militer pada 2024, Jihad melanjutkan pengabdian sebagai perwira TNI AD hingga bergabung dengan Grup 2 Kopassus.

Keberhasilannya memasuki satuan elite tersebut sempat menjadi kebanggaan keluarga. Zainab berharap putranya kelak menjadi pemimpin yang membawa nama baik daerah asalnya, termasuk Misool, Raja Ampat.

"Harapan saya yang mau menjadikan Jihad Al-Rasyid sebagai anak bermanfaat bagi negara dan agama, semuanya sirna sebab meninggal tak wajar di Kota Solo," katanya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, menyatakan kematian Jihad terjadi akibat letusan pistol yang tidak disengaja. Menurutnya, peristiwa tersebut mengandung unsur kelalaian.

"Kejadiannya di gudang senjata, pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan," kata Indra saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Pihak Kopassus menyatakan insiden itu terekam kamera pengawas atau CCTV. Perkara tersebut juga direncanakan dilimpahkan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Meski demikian, kronologi lengkap kejadian belum diumumkan secara resmi. Hasil penyidikan polisi militer masih diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa dan menentukan ada atau tidaknya pertanggungjawaban pidana.

Bagi Zainab, penjelasan awal mengenai unsur kelalaian belum menjawab seluruh pertanyaan keluarga. Ia berharap Presiden Prabowo dan pimpinan TNI memastikan proses hukum berjalan terbuka hingga penyebab kematian putranya terungkap.

Keluarga kini menunggu hasil penyidikan yang dapat menjelaskan secara utuh insiden tersebut sekaligus memberikan kepastian hukum atas kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Chanry Suripatty

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut