Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Presenter TVRI Papua Barat Yanto Tewas Dianiaya, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
Advertisement . Scroll to see content

Ombudsman Terima Laporan Antrean BBM di 25 Provinsi, Papua Barat dan Banten Mengular hingga 1 KM

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:09 WIB
  • author Binti Mufarida
Ombudsman Terima Laporan Antrean BBM di 25 Provinsi, Papua Barat dan Banten Mengular hingga 1 KM
Suasana antrean panjang kendaraan bermotor saat pengisian BBM di salah satu SPBU di kota Kefamenanu, NTT. (Foto: istimewa).

JAKARTA, iNewsSorongRaya.id — Ombudsman Republik Indonesia (RI) menerima serangkaian laporan terkait krisis antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda 25 provinsi di Indonesia. Di beberapa daerah, antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga 1 kilometer, sementara waktu tunggu pengisian BBM masyarakat mencapai beberapa jam.

Anggota Komisioner Ombudsman RI, Abdul Ghoffar, menyampaikan bahwa laporan yang dihimpun hingga Selasa (13/10/2026) tersebut merupakan informasi awal yang kini tengah didalami secara sistematis oleh tim internal Ombudsman.

"Pada siang hari ini, teman-teman semuanya, ada beberapa hal yang mungkin ingin kami sampaikan kepada masyarakat luas bahwa kemarin Ombudsman Republik Indonesia menerima setidaknya beberapa informasi dari 25 provinsi di Indonesia. Terkait dengan kondisi terkini antrean BBM di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia," ungkap Abdul Ghoffar dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Sebaran Wilayah Terdampak Gangguan Pelayanan BBM

Abdul Ghoffar menjelaskan bahwa gangguan pelayanan BBM ini didominasi oleh jenis BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite. Berdasarkan aduan yang masuk, wilayah yang mengalami kendala signifikan antara lain Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, hingga Jawa Barat.

"Dari 25 data yang masuk ke kami, terdapat beberapa provinsi yang itu terdapat permasalahan terkait dengan BBM, bahan bakar minyak," jelasnya.

Antrean Hingga 1 Kilometer dan Pasokan SPBU Kosong

Kondisi kelangkaan dan antrean panjang terjadi dalam intensitas yang bervariasi di tiap daerah. Di Sumatera Barat, waktu tunggu masyarakat untuk mengisi BBM berkisar antara dua hingga tiga jam. Sementara di Papua Barat, antrean kendaraan dari malam hingga pagi hari mengular lebih dari 1 kilometer.

Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di Banten, di mana antrean Solar pada salah satu titik koridor Tol Merak–Tangerang mengular sepanjang hampir 1 kilometer. Di Sulawesi Utara, antrean Pertalite tercatat mencapai 300 hingga 500 meter.

Selain antrean fisik yang panjang, Ombudsman juga menerima laporan kelangkaan stok Solar maupun Pertalite di sejumlah SPBU yang menyebabkan kekosongan pasokan. Wilayah yang melaporkan SPBU kehabisan stok antara lain Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan D.I. Yogyakarta.

Ombudsman Siapkan Langkah Tindak Lanjut

Menanggapi fenomena nasional ini, Ombudsman RI memastikan akan memverifikasi dan menindaklanjuti data lapangan guna mencari akar permasalahan serta memberikan rekomendasi kepada pihak terkait.

"Dan bisa kami laporkan bahwa per tanggal 13 Oktober kemarin Ombudsman Republik Indonesia sudah menerima sekian informasi awal yang tentu kemudian informasi awal ini akan kami tindaklanjuti dengan mekanisme-mekanisme yang ada di internal Ombudsman, dan kemudian nanti tentu akan kita laporkan perkembangan selanjutnya," pungkas Abdul Ghoffar.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut