get app
inews
Aa Text
Read Next : BREAKING NEWS Sorong Diserang Panic Buying BBM Akibat Hoaks Pajak STNK, Polisi dan DPRD Turun Tangan

DPRD Kota Sorong Minta Pertamina dan Polisi Garansi Distribusi BBM Lancar Tanpa Syarat Pajak STNK

Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:46 WIB
header img
Pihak DPRD Kota Sorong saat menggelar pertemuan mendadak dengan pihak Feul Terminal Pertamina Sorong. Foto: Chanry

SORONG KOTA, iNewsSorongRaya.id - Klaim PT Pertamina Patra Niaga bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Sorong aman berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Antrean panjang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota dan Kabupaten Sorong selama beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong yang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Depot Pertamina Sorong, Senin (3/8/2026).

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Sorong, Drs. Ec. John Lewerissa, mendatangi Field Terminal Pertamina Sorong untuk menuntut penjelasan logis di balik krisis yang melumpuhkan aktivitas warga. Kedatangan para wakil rakyat ini sempat diwarnai ketegangan ketika Field Terminal Manager Sorong, Rachmad Kuncoro, menerima rombongan hanya di lobi kantor dengan posisi berdiri. Sikap ini memicu reaksi dari anggota dewan sebelum akhirnya mereka dipersilakan masuk ke ruangan.

Dalam pertemuan yang berlangsung panas, anggota DPRD secara bergantian mencecar pihak Pertamina. "Panjang sekali antrean dan itu terjadi di hampir semua SPBU," tegas John Lewerissa menyoroti fenomena yang dianggapnya tidak rasional. 

Kecurigaan dewan semakin menguat ketika pihak Pertamina berdalih bahwa penumpukan kendaraan disebabkan oleh tingginya permintaan dari truk angkutan barang. Alasan ini langsung ditepis mentah-mentah oleh para legislator.

Anggota DPRD, Nuryadi, menyatakan bahwa tidak ada penambahan jumlah truk yang signifikan di Kota Sorong, namun antrean untuk jenis Pertamax pun mengular hingga ke jalan raya. “Tadi alasannya karena truk, tidak ada pertambahan truk di Kota Sorong, itu-itu saja yang antre tiap hari. Yang lebih parah lagi, motor antre untuk Pertamax itu sampai di jembatan, ada apa? Apakah ada regulasi yang berubah atau bagaimana?” cecar Nuryadi.

Nada tinggi juga dilontarkan oleh Joungky Soisa yang meminta Pertamina tidak menutupi fakta sebenarnya di lapangan. Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Ricky Taneri, melontarkan ultimatum keras kepada manajemen Pertamina. "Kalau sudah tahu masalahnya tolong disampaikan kepada kita. Jangan lempar 'bola'. Kalau permasalahan itu dari sistem karena terlambat dan lain-lain, itu dari sistem. Kalau SPBU yang salah pertanyaan kami adalah apa sanksinya," tegas Ricky.

Di tengah cecaran tersebut, Sales Area Manager Papua Barat dan Papua Barat Daya PT Pertamina Patra Niaga, Arif R Hakim, tetap bersikukuh bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Namun, klaim ini tidak serta merta meredakan keresahan masyarakat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar. Pertamina kini dituntut untuk segera mengurai benang kusut distribusi BBM di Sorong sebelum krisis ini semakin meluas.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut