Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Narasi Penculikan Julia di Merauke Dipatahkan Polisi, Penyidik Temukan Fakta yang Berbeda
Advertisement . Scroll to see content

Ketua Dewan Adat Wanam: Pendidikan dan Pelestarian Adat Jadi Prioritas di Tengah Pembangunan PSN Wa

Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:16 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Ketua Dewan Adat Wanam: Pendidikan dan Pelestarian Adat  Jadi Prioritas di Tengah Pembangunan PSN Wa
Ketua Dewan Adat Wanam Yohanis Agabi Mahuze, menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Wanam harus berjalan beriringan dengan hak masyarakat adat. Foto: ist

"Pendidikan adalah modal utama masyarakat adat untuk survive menghadapi perubahan zaman. Dengan pendidikan, anak-anak kami akan memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan sehingga mampu menjadi aktor pembangunan, mengambil keputusan, mengelola sumber daya di wilayahnya sendiri, serta tetap menjaga adat, budaya, dan tanah leluhur," tegasnya.

Selain pendidikan, Yohanis menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai adat sebagai fondasi pembentukan karakter generasi Papua. Menurutnya, pembangunan yang hanya berorientasi pada aspek fisik tidak akan cukup apabila tidak diiringi dengan penguatan budaya dan solidaritas sosial masyarakat.

"Adat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi pedoman hidup yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan persatuan masyarakat. Karena itu, pelestarian adat harus menjadi agenda pembangunan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar alokasi dana pembangunan kampung tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan ruang bagi program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pelestarian adat dan budaya yang dimiliki setiap suku di Papua.

"Dana kampung harus mampu memperkuat kehidupan masyarakat secara utuh. Selain membangun jalan dan fasilitas umum, dana tersebut juga perlu mendukung pendidikan anak-anak, kegiatan adat, pembinaan pemuda, pelestarian bahasa daerah, serta memperkuat persatuan masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah derasnya arus pembangunan," katanya.

Menurut Yohanis, pelibatan masyarakat adat dalam setiap tahapan pembangunan akan menciptakan rasa memiliki (sense of ownership) sekaligus memperkuat legitimasi sosial terhadap berbagai program pemerintah.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut