Ketua Dewan Adat Wanam: Pendidikan dan Pelestarian Adat Jadi Prioritas di Tengah Pembangunan PSN Wa
"Pendidikan adalah modal utama masyarakat adat untuk survive menghadapi perubahan zaman. Dengan pendidikan, anak-anak kami akan memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan sehingga mampu menjadi aktor pembangunan, mengambil keputusan, mengelola sumber daya di wilayahnya sendiri, serta tetap menjaga adat, budaya, dan tanah leluhur," tegasnya.
Selain pendidikan, Yohanis menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai adat sebagai fondasi pembentukan karakter generasi Papua. Menurutnya, pembangunan yang hanya berorientasi pada aspek fisik tidak akan cukup apabila tidak diiringi dengan penguatan budaya dan solidaritas sosial masyarakat.
"Adat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi pedoman hidup yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan persatuan masyarakat. Karena itu, pelestarian adat harus menjadi agenda pembangunan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar alokasi dana pembangunan kampung tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan ruang bagi program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pelestarian adat dan budaya yang dimiliki setiap suku di Papua.
"Dana kampung harus mampu memperkuat kehidupan masyarakat secara utuh. Selain membangun jalan dan fasilitas umum, dana tersebut juga perlu mendukung pendidikan anak-anak, kegiatan adat, pembinaan pemuda, pelestarian bahasa daerah, serta memperkuat persatuan masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah derasnya arus pembangunan," katanya.
Menurut Yohanis, pelibatan masyarakat adat dalam setiap tahapan pembangunan akan menciptakan rasa memiliki (sense of ownership) sekaligus memperkuat legitimasi sosial terhadap berbagai program pemerintah.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar