102 Warga Terdampak Kebakaran di Kota Sorong, Status Tanggap Darurat Belum Diputuskan
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Pemerintah Kota Sorong belum menetapkan status tanggap darurat setelah kebakaran menghanguskan 10 rumah di Jalan Misool, Kampung Baru pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIT lalu. Dinas Sosial masih memverifikasi data 22 kepala keluarga atau 102 jiwa yang dilaporkan terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kota Sorong, Muliani, mengatakan pendataan ulang diperlukan untuk memastikan jumlah korban dan kebutuhan bantuan sesuai kondisi di lapangan.
“Data sementara yang kami peroleh ada 10 rumah yang terbakar, terdiri dari 22 kepala keluarga dengan total 102 jiwa. Namun kami tetap melakukan verifikasi dan validasi kembali di lapangan untuk memastikan data tersebut benar,” ujar Muliani di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Senin malam, 20 Juli 2026, menurut Muliani tidak menimbulkan korban meninggal maupun luka. Seluruh kerusakan tercatat pada bangunan tempat tinggal warga.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka. Kerusakan hanya pada rumah warga,” katanya.
Muliani mengatakan, pihaknya dari Dinas Sosial bersama instansi terkait telah membuka posko sementara di rumah ketua RT setempat. Pemerintah juga merencanakan pembangunan posko gabungan yang melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah kelurahan, dan relawan.
Bantuan awal berupa kasur, karpet, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, serta makanan bayi mulai disalurkan. Pemerintah turut menyediakan makan siang dan makan malam bagi warga terdampak maupun relawan.
“Untuk makanan, ada makanan siap saji, makanan bayi, kemudian kami juga siapkan makan siang dan makan malam baik untuk korban maupun relawan yang ada,” tandas Muliani.
Dinas Sosial menurut Muliani akan memenuhi kebutuhan khusus, termasuk popok bayi dan susu. Kebutuhan seragam sekolah bagi anak-anak korban akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Sorong.
Meski jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 100 orang, pemerintah masih menempatkan penanganan kebakaran tersebut pada tahap awal. Penentuan status siaga atau tanggap darurat akan dibahas bersama Wali Kota Sorong.
“Untuk saat ini masih tahap penanganan awal. Soal status tanggap darurat akan diputuskan setelah kami melakukan rapat bersama Wali Kota,” jelasnya.
Keputusan mengenai status darurat menjadi penting karena akan menentukan pola koordinasi, pengerahan sumber daya, dan kesinambungan bantuan. Sementara proses itu belum diputuskan, pemerintah dituntut memastikan seluruh korban memperoleh tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar secara merata.
Editor : Hanny Wijaya