get app
inews
Aa Text
Read Next : Breaking News! Kebakaran Hutan Kota Sorong Meluas, 50 Personel TNI-Polri Dikerahkan

Sinergitas TNI/Polri Kebakaran Hutan di Kota Sorong Berhasil Dipadamkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:07 WIB
header img
Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin didampingi Kapenrem 181 PVT Letkol Inf. Triyana saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Polresta Sorong Kota menyelidiki dugaan pembakaran lahan yang disebut memicu kebakaran hutan di kawasan Gunung Adu Mama, Malanu Pasir, Distrik Sorong Utara, Selasa (21/7/2026) malam. Api sempat bergerak mendekati permukiman warga dan kompleks militer TNI sebelum berhasil dipadamkan.

Kebakaran meluas dengan cepat karena angin kencang dan kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau. Hingga pukul 21.15 WIT, kobaran api masih terlihat menjalar di lereng gunung yang berdekatan dengan kawasan hunian dan markas militer.


Foto udara, kebakaran hutan di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

 

Aparat gabungan kemudian membentuk sekat pengamanan di area yang berbatasan langsung dengan kompleks TNI. Lebih dari 100 personel TNI-Polri dikerahkan untuk menghentikan pergerakan api dan mencegah dampak yang lebih besar.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin mengatakan polisi bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran.

“Tadi kami dapat informasi kalau ada kebakaran hutan, makanya kami dari Polresta langsung bergerak kesini untuk melakukan pemadaman.”


Foto udara lokasi kebakaran hutan di Kota Sorong.

 

Menurut Andi, personel TNI telah lebih dahulu melakukan penanganan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong dan PLN untuk mengantisipasi risiko kebakaran terhadap permukiman serta jaringan kelistrikan.

“Tadi dari rekan-rekan TNI sudah mendahului ke lokasi, kami menyusul, terus kami juga sudah koordinasikan juga dengan (pihak) Damkar (Pemadam Kebakaran) dan rekan-rekan dari PLN juga, dan mereka sudah datang, stanby di sini.”


Personel TNI-Polri memadamkan kebakaran hutan di Gunung Adu Mama, Kota Sorong, Selasa malam. Polisi masih menyelidiki dugaan pembakaran lahan oleh warga.

 

Upaya pemadaman gabungan akhirnya berhasil mengendalikan seluruh titik api pada malam yang sama. Aparat memastikan tidak ada lagi kobaran yang berpotensi merembet ke kawasan sekitar.

“Syukur, sampai jam sekarang ini, sinergitas dari rekan-rekan TNI/Polri sudah memadamkan api, apinya alhamdulillah sudah padam.”

Andi menyebut jumlah personel yang terlibat dalam operasi tersebut mencapai lebih dari 100 orang.

“Tadi ada sekitar seratus lebih personel gabungan yah dari kami Polri dan rekan-rekan dari TNI.”


Personel TNI-Polri memadamkan kebakaran hutan di Gunung Adu Mama, Kota Sorong, Selasa malam. Polisi masih menyelidiki dugaan pembakaran lahan oleh warga.

 

Meski kebakaran telah padam, polisi belum menyimpulkan penyebab kejadian. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan oleh warga, tetapi dugaan itu masih membutuhkan pembuktian melalui penyelidikan.

“Dugaan sementara, masih kami selidiki yah, masih belum bisa dipastikan, dan masih dilihat dari situasi saat ini.”

Polisi juga belum memeriksa saksi hingga proses pemadaman selesai. Petugas masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri sumber awal api untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum.

“Untuk saksi yang diperiksa kami sampai saat ini belum ada, jadi sambil berjalan penyelidikan kami cari informasinya.”


Kebakaran hutan di Kota Sorong pada Selasa malam.

 

Selain penyebab kebakaran, aparat belum menghitung luas hutan dan lahan yang terdampak. Pendataan akan dilakukan setelah kondisi lokasi dinilai aman dan petugas dapat memeriksa seluruh area yang terbakar.

“Untuk luas areal yang terbakar sampai saat ini masih kami selidiki yah.”

Polresta Sorong Kota mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika musim kemarau disertai angin kencang. Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran tidak terkendali karena lokasi lahan berada dekat dengan permukiman.

“Imbauan kami kepada masyarakat yang membuka lahan di atas gunung, tolong diperhatikan kondisi lokasinya, karena situasi sekaran ini lagi musim kemarau, dan juga angin kencang, jadi apabila ada menggunakan pemkaran yang untuk membersihkan lahan kami imbau untuk tidak usah di lakukan. Apalagi kan posisi lokasi ini dekat dengan pemukiman warga. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.”

Penyelidikan penyebab kebakaran menjadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali mengancam warga dan fasilitas strategis. Polisi kini harus menelusuri titik awal api, meminta keterangan saksi, serta membuktikan informasi mengenai dugaan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut