Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas, TNI Amankan Balamai Atas
Advertisement . Scroll to see content

BREAKING NEWS Pukul Mundur OPM, Kogabwilhan III Bongkar Jaringan Logistik dan Sita Puluhan Senjata

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:32 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
BREAKING NEWS Pukul Mundur OPM, Kogabwilhan III Bongkar Jaringan Logistik dan Sita Puluhan Senjata
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memperlihatkan barang bukti hasil operasi gabungan Kogabwilhan III saat konferensi pers TW I Tahun 2026 di Papua. Operasi tersebut berhasil mengamankan sejumlah senjata, amunisi, dan perlengkapan perang.

MIMIKA, iNewsSorongraya.id — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengungkap keberhasilan operasi pengamanan di Papua yang tidak hanya menargetkan kelompok bersenjata, tetapi juga membongkar jaringan logistik dan distribusi persenjataan yang diduga menopang aktivitas TPNPB-OPM di sejumlah wilayah konflik.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Satgas TNI di bawah komando Letjen TNI Lucky Avianto dilaporkan berhasil menyita puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, alat komunikasi, alat pengintai, senjata tajam, uang tunai, serta dokumen penting yang disebut berkaitan dengan jaringan koordinasi kelompok separatis bersenjata di Papua.

Keberhasilan operasi itu diumumkan dalam konferensi pers Pangkogabwilhan III di Timika, Papua Tengah, Jumat (8/5/2026).

Menurut Lucky Avianto, operasi dilakukan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi gangguan keamanan di sejumlah titik rawan seperti Nduga, Yahukimo, Paniai, hingga beberapa wilayah lainnya di Papua.

“Seluruh operasi dilaksanakan berdasarkan Rules of Engagement (ROE) yang ketat dengan tetap memperhatikan hukum, hak asasi manusia, dan prinsip kemanusiaan,” ujar Lucky Avianto.

TNI menyebut berbagai barang bukti yang diamankan menunjukkan adanya pola dukungan logistik yang cukup terorganisasi dalam menopang aktivitas kelompok bersenjata di Papua.

Selain senjata dan amunisi, aparat juga menyita atribut separatis berupa Bendera Bintang Kejora yang ditemukan dalam beberapa titik operasi.

Dalam operasi yang sama, TNI juga mengklaim berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh sentral yang selama ini disebut memegang peran penting dalam aktivitas lapangan maupun distribusi logistik kelompok bersenjata.

Beberapa nama yang disebut antara lain Yesias Mate, Army Kogoya, Bilip Kobak, Dinus Tigau, Manuel Yohanes Aimau, Hurbianus Murip, Alfon Sorry, Jeki Murib, hingga Lau Gwijangge.

Kogabwilhan III menilai keberhasilan tersebut menjadi langkah strategis dalam memutus rantai komando dan distribusi persenjataan kelompok separatis yang selama ini beroperasi di wilayah pedalaman Papua.

Lucky Avianto menegaskan keselamatan masyarakat sipil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dilakukan aparat TNI.

“TNI memegang teguh prinsip keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi. Perlindungan terhadap masyarakat sipil Papua menjadi prioritas utama dalam setiap operasi,” katanya.

Ia menyebut stabilitas keamanan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat Papua.

Menurutnya, gangguan keamanan yang terus terjadi berpotensi menghambat pelayanan pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah terpencil.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, serta pembangunan di Papua terus berjalan,” ujar Lucky.

Kogabwilhan III juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi hoaks yang beredar di media sosial dan dapat memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.

Di sisi lain, operasi keamanan yang terus digencarkan TNI di Papua diperkirakan masih akan berlangsung seiring upaya aparat menjaga stabilitas wilayah dan menekan potensi eskalasi konflik bersenjata.

Pemerintah berharap situasi keamanan yang kondusif dapat membuka ruang percepatan pembangunan dan pemulihan aktivitas sosial masyarakat di sejumlah daerah rawan konflik di Papua.

 

 

 

 

 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut