Penemuan Jenazah Pria di Kamar Kos Gegerkan Warga Pasar Bersama Kota Sorong
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Penemuan jenazah seorang pria di dalam kamar kos di kawasan padat Kompleks Pasar Bersama, Kota Sorong, Kamis (23/4/2026) sore, memicu kepanikan warga dan mengungkap fakta kematian yang diduga telah terjadi lebih dari dua hari.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIT di Jalan Jenderal Sudirman. Warga yang mencium bau menyengat awalnya mengira berasal dari bangkai hewan, namun temuan mengejutkan justru mengarah pada sesosok jasad manusia di dalam kamar kos yang terkunci dari dalam.
Korban diketahui bernama Herman Hamma, mantan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Laut Kota Sorong.
Penemuan bermula dari kecurigaan warga terhadap bau tak sedap yang menyebar dari arah kamar kos korban. Sanusi, salah satu warga setempat, mengungkapkan kronologi awal yang mengarah pada penemuan tersebut.
“Awalnya pemikiran saya itu bangkai tikus, karena ada lalat biru banyak di atas daun seng. Jadi kita cari sumber bau. Saya angkat seng, lalat keluar dari dalam. Ponakan saya bilang ada tangan di dalam. Saya tidak percaya, lalu saya lihat lagi, ternyata benar ada tangan,” ujar Sanusi.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat. Warga kemudian berupaya memastikan kondisi di dalam kamar dengan membuka sebagian atap seng, mengingat pintu dalam keadaan terkunci.
Saat warga mengintip ke dalam kamar, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dugaan sementara, jasad telah berada di dalam kamar selama beberapa hari.
Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan melalui layanan darurat 110 dan segera menuju lokasi.
“Setelah sampai di lokasi, memang benar ditemukan seseorang yang diduga sudah meninggal dunia. Anggota kami langsung memasang police line dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujarnya.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga sebelum mengevakuasi jenazah ke RSUD Sele Be Solu untuk kepentingan visum et repertum.
“Kalau dilihat dari kondisi jenazah, kemungkinan sudah lebih dari dua hari,” tambahnya.
Kakak kandung korban, Ali Hamma, mengaku mengetahui kabar duka tersebut dari tetangga yang menghubunginya.
“Saya dengar informasinya dari tetangga di kompleks sini. Saya juga kurang paham kondisi kesehatannya karena jarang bertemu,” katanya.
Ali juga menyebut korban sebelumnya tinggal bersama anaknya, namun saat ini anak tersebut sedang berada di kampung.
Hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan Tim Inafis Polresta Sorong Kota. Polisi telah mengantongi identitas korban dan tengah mendalami keterangan sejumlah saksi.
“Ada informasi dari saksi bahwa sehari sebelumnya korban masih terlihat beraktivitas, seperti mengambil air untuk mandi,” jelas Kompol Yaqin.
Ia juga menambahkan, dari keterangan warga sekitar bahwa korban dikenal sebagai pribadi tertutup.
“Almarhum ini dikenal pendiam dan jarang berinteraksi dengan warga. Biasanya hanya sekadar menyapa,” ungkapnya.
Kasus ini kini mengarah pada dua fokus utama penyelidikan, yakni penentuan waktu pasti kematian serta rekonstruksi aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Proses visum di RSUD Sele Be Solu menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kematian, apakah murni karena faktor alami atau terdapat indikasi lain.
Polisi memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan berdasarkan hasil forensik dan keterangan saksi guna memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus ini.
Editor : Hanny Wijaya