Antusiasme Warga Ledakkan PBD Fun Run 10K, Gubernur Elisa: “Acara Ini dari Kita untuk Kita”
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 Provinsi Papua Barat Daya berubah menjadi arena sportivitas dan solidaritas ketika ribuan warga memadati Lapangan Apel Kantor Gubernur pada gelaran PBD Fun Run 10K dan jalan santai, Sabtu, [6/12/2025]. Sejak pagi, peserta dari berbagai wilayah datang berbondong-bondong, menciptakan suasana meriah yang menandai semakin kuatnya rasa memiliki terhadap provinsi termuda di Tanah Papua itu.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa momentum olahraga massal ini mencerminkan semangat kolektif masyarakat. “Acara ini dari kita, oleh kita, untuk kita, karena ini ulang tahun provinsi yang ketiga,” katanya saat membuka kegiatan.
Menurut Elisa, partisipasi publik yang membanjir menjadi bukti bahwa Papua Barat Daya tengah melangkah maju. “Kehadiran kita semua di sini ikut memberi keyakinan yang kuat bahwa kita memang sudah eksis, kita sudah jalan, kita sudah memulai apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya. Ia menambahkan, kekompakan tokoh adat, agama, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan. “Provinsi ini adalah rumah kita bersama. Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” kata dia.

Gelaran Fun Run 10K berlangsung semarak. Peserta dari berbagai rentang usia berlari melintasi rute utama kota Sorong. Selain lomba lari, warga juga mengikuti jalan santai yang melibatkan komunitas, pelajar, dan keluarga.
Ketika panitia mengumumkan pemenang PBD Fun Run 10K, sorak sorai menggema. Para juara memperoleh hadiah hingga Rp10 juta, disertai sejumlah perangkat elektronik seperti kulkas, mesin cuci, dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Meski matahari semakin terik, warga bertahan hingga akhir acara sembari menggenggam kupon undian masing-masing.

Daya tarik terbesar di perayaan ini adalah pembagian doorprize motor. Pemerintah menyiapkan 3 motor konvensional, 6 motor listrik, dan 1 motor tempel 15 PK. Namun Gubernur Elisa Kambu menegaskan pembatasan khusus penerima hadiah motor.
“Doorprize motor ini ada syaratnya. Kalau ada pegawai yang dapat, berarti diundi kembali. Jadi ini untuk masyarakat. Untuk motor saja, kalau yang lain berlaku umum,” jelasnya. Kebijakan itu hanya berlaku bagi ASN sipil, sementara peserta dari TNI–Polri tetap diperbolehkan menerima hadiah.

Suasana berubah haru ketika Susan, guru honor TK Betania Km 9, memenangkan satu unit motor Honda. Ibu empat anak yang telah 14 tahun mengajar itu tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Puji Tuhan, tidak bisa berkata-kata lagi. Tadi nomor disebut saya maju tapi tidak sangka kalau hadiahnya motor,” ucapnya dengan suara bergetar. Selama ini ia berangkat mengajar menggunakan motor milik anaknya. “Senang sekali dapat motor ini,” katanya lirih.

Pemenang lain—Muthalib dan Lisa Mayor—juga membawa pulang motor listrik. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Gubernur Kambu, mengundang tawa dan tepuk tangan warga.
Salah satu momen paling menarik terjadi ketika seorang penjual tahu tek, Pakde Soket, mendapatkan motor listrik. Menilai kebutuhannya sebagai pedagang keliling, Gubernur Elisa membuat keputusan spontan.
“Bapak bawa motor biasa ini saja,” ujarnya, meminta agar hadiah itu ditukar menjadi motor konvensional yang lebih sesuai untuk pekerjaan sehari-hari. Keputusan tersebut disambut gemuruh tepuk tangan warga.

Hingga pukul 12.00 WIT, undian masih berlangsung. Meski Gubernur Elisa dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau meninggalkan lokasi setelah mengawal acara sejak pagi, antusiasme masyarakat tetap tidak surut.

Perayaan HUT ketiga Papua Barat Daya melalui Fun Run 10K dan jalan santai menegaskan satu hal: provinsi muda ini melangkah maju dengan semangat persatuan, sportivitas, dan optimisme pembangunan. Kegiatan massal ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan cerminan tanggung jawab bersama dalam menjaga dan membangun rumah besar bernama Papua Barat Daya.
Editor : Chanry Suripatty