Intip Latihan Operasi Koarmada III 2026, Dari Penindakan Separatis Hingga Penanganan Tumpahan Minyak
Koarmada III Tekankan Interoperabilitas
Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN menyebut latihan terintegrasi tersebut menjadi sarana untuk menguji penerapan doktrin dan prosedur operasi, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat koordinasi antarsatuan.
"Keterlibatan instansi di luar TNI AL juga diarahkan untuk membangun interoperabilitas sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing," ungkap Dato Rusman usai menyaksikan latihan tersebut.
Menurut dia, kemampuan menghadapi ancaman laut tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan penindakan. Kecepatan mendeteksi ancaman, ketepatan mengambil keputusan, kemampuan menyelamatkan korban, penegakan hukum, serta pengendalian dampak operasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
"Melalui latihan ini, Koarmada III menegaskan kesiapan TNI AL bersama unsur terkait untuk menjaga keamanan laut, menegakkan hukum, dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.
Latihan di perairan Sorong pada akhirnya mengirim pesan yang lebih luas: keamanan maritim bukan sekadar persoalan siapa yang memiliki kekuatan terbesar, melainkan seberapa cepat seluruh unsur negara mampu bekerja dalam satu sistem ketika ancaman datang bersamaan.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
