Keluarga Korban Mengamuk Serang Dua Tersangka, Konferensi Pers Pembunuhan Sekuriti Hotel Memanas

CHANRY SURIPATTY
Salah satu kerabat korban meluapkan emosinya ke dua tersangka pembunuhan di Mapolresta Sorong Kota.

 

KOTA SORONG, iNewsorongraya.id — Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan Maxi Bless di Mapolresta Sorong Kota, Rabu sore (3/6/2026), sempat memanas setelah keluarga korban berusaha menyerang dua tersangka yang dibawa ke lokasi.

Dua tersangka, Yosep Tsunami Kabrahanubun alias Nami atau YTK alias N dan Falgentius Fara Heatubun alias Fara atau FFH alias F, awalnya hendak dihadirkan dalam konferensi pers. Namun, suasana berubah tegang ketika keluarga korban yang hadir tidak mampu menahan emosi.

Anggota Satreskrim Polresta Sorong Kota segera menggiring kedua tersangka kembali ke ruang tahanan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah benturan fisik antara keluarga korban dan para tersangka.

Kakak korban sempat mendekati tersangka dan nyaris melakukan pemukulan sebelum aparat kepolisian menghalau. Setelah Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol M Nurul Yaqin, meminta keluarga korban menenangkan diri, konferensi pers dilanjutkan tanpa menghadirkan kedua tersangka.

Maxi Bless, seorang sekuriti di salah satu hotel di kawasan Panorama, tewas setelah ditikam di Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, pada Minggu dini hari, 26 April 2026, sekitar pukul 03.45 WIT.

Kompol Andy Yaqin menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika motor korban bersenggolan dengan kendaraan yang dikendarai kedua pelaku di depan eks RSUD Kampung Baru.

“Kedua pelaku saat itu diketahui dalam kondisi mabuk. Karena insiden bersenggolan tersebut, mereka langsung mengejar korban,” ungkap Kompol Andy.

Polisi menyebut tersangka YTK alias N berperan menikam korban menggunakan pisau. Sementara FFH alias F mengendarai sepeda motor, menghadang korban, dan membantu pelarian.

Barang bukti berupa sebilah pisau dan sepeda motor Beat merah-hitam telah diamankan penyidik. Kedua tersangka kini ditahan di Polresta Sorong Kota untuk pemeriksaan lanjutan.

Kericuhan dalam konferensi pers menunjukkan kuatnya tekanan emosional keluarga korban. Namun, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan dan seluruh fakta akan diuji melalui penyidikan.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network