Polda Papua Barat Daya Perketat Pengamanan KKR Oikumene di Pantai Reklamasi Kota Sorong

CHANRY SURIPATTY
Seorang personel Polisi Polda PBD saat mengatur Lalin dalam pengamanan KKR Oikumene di kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong. (Foto: Istimewa).

KOTA SORONG, iNewssorongraya.id — Kepolisian Daerah Papua Barat Daya memperketat pengamanan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani atau KKR Oikumene Kota Sorong yang digelar di kawasan Pantai Reklamasi, Kota Sorong, Jumat malam.

Pengamanan dilakukan karena kegiatan keagamaan tersebut dihadiri ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kota Sorong dan wilayah sekitarnya. Aparat kepolisian menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk memastikan kegiatan berskala besar itu berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Kegiatan rohani tersebut dimulai sekitar pukul 19.00 WIT dan berakhir pada pukul 22.00 WIT. Selama kegiatan berlangsung, personel gabungan Polda Papua Barat Daya melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di area sekitar Pantai Reklamasi.

Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan sejumlah pejabat utama Polda Papua Barat Daya turut memantau langsung jalannya pengamanan di lokasi kegiatan.

“Dalam pelaksanaan pengamanan, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat Daya turut hadir melakukan pemantauan langsung, di antaranya Dir Polair, Dir Samapta, dan Karo Ops Polda Papua Barat Daya guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Jenny dalam siaran pers yang diterima redaksi iNewssorongraya.id.

Menurut Jenny, personel gabungan ditempatkan di pintu masuk lokasi kegiatan, area panggung utama, jalur lalu lintas, serta kawasan parkir. Penempatan personel tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, mengurai kepadatan kendaraan, dan menjaga kelancaran mobilitas warga di sekitar lokasi.

Selain fokus pada keamanan jemaat, aparat kepolisian juga mengatur arus lalu lintas di kawasan Pantai Reklamasi. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan karena tingginya pergerakan kendaraan menuju dan keluar dari lokasi kegiatan.

Kegiatan KKR Oikumene tersebut juga dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., sebagai tamu undangan VIP. Kehadiran Gubernur menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang dinilai berperan dalam mempererat persatuan, kebersamaan, dan kerukunan umat beragama di Papua Barat Daya.

Ibadah KKR Oikumene dipimpin oleh Pendeta Rev. Henry Hinn dan Pendeta Daud Pamei. Dalam kegiatan itu, para pendeta menyampaikan pesan damai, kasih, persatuan, serta pentingnya menjaga kehidupan sosial yang harmonis dan penuh toleransi di tengah masyarakat.

Polda Papua Barat Daya menilai kegiatan keagamaan dengan jumlah peserta besar membutuhkan pola pengamanan yang terukur. Selain menjaga ketertiban di dalam area kegiatan, aparat juga harus memastikan ruang publik tetap dapat digunakan masyarakat secara aman dan lancar.

Dengan pengamanan tersebut, seluruh rangkaian KKR Oikumene Kota Sorong berlangsung aman, tertib, dan khidmat hingga selesai. Aparat kepolisian memastikan tidak ada gangguan menonjol selama kegiatan berlangsung di kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong.

Pengamanan KKR Oikumene ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan aparat dalam mengawal kegiatan masyarakat berskala besar, terutama yang melibatkan ribuan peserta di ruang terbuka dan kawasan padat aktivitas publik.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network