JAYAPURA, iNewssorongraya.id — Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Lanny Jaya menempuh jalur dialog untuk meredam dampak konflik antarkelompok masyarakat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dialog tersebut berlangsung di Gereja Gonambur, Distrik Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (17/05/2026). Pertemuan itu menjadi salah satu langkah penting dalam pemulihan situasi sosial setelah konflik sempat mengganggu stabilitas keamanan di Wamena.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi, LO Polda Papua Pegunungan Kombes Pol Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D. Tamaela, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan pemulihan Wamena dilakukan melalui koordinasi intensif lintas unsur. Menurut dia, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi pilihan utama agar konflik tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.
“Situasi di Wamena saat ini berangsur-angsur kondusif. Masyarakat sudah mulai kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik kegiatan peribadatan, perkantoran maupun aktivitas pendidikan,” ucap Kabid Humas saat ditemui di Mapolda Papua Koya Koso, Senin (18/05/2026).
Dalam dialog tersebut, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga mengajak seluruh masyarakat menahan diri dan menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat Lanny Jaya yang berada di Wamena agar kembali ke daerah asal. Imbauan itu disampaikan untuk mencegah meluasnya konflik sosial dan mengurangi potensi gesekan di lapangan.
Sementara itu, perwakilan masyarakat berharap penyelesaian konflik dilakukan melalui mekanisme adat. Mereka menilai pendekatan adat dapat menjadi langkah utama untuk menciptakan perdamaian antara kedua belah pihak.
Masyarakat juga meminta jaminan keamanan dari aparat selama proses perjalanan kembali ke Lanny Jaya. Permintaan itu dinilai penting agar warga merasa terlindungi dan tidak menghadapi risiko baru selama proses pemulangan.
Menanggapi hal tersebut, Kombes Cahyo memastikan aparat keamanan akan terus memberikan pengamanan dan pengawalan. Ia menegaskan, negara hadir untuk melindungi masyarakat dan menjaga situasi tetap terkendali.
“Langkah persuasif dan dialogis akan terus dikedepankan bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh unsur terkait agar situasi tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan seluruh aktivitas berjalan aman,” ungkapnya.
Penyelesaian konflik Wamena kini bergantung pada konsistensi semua pihak menjaga komitmen perdamaian. Dialog adat, pengamanan aparat, dan ketegasan pemerintah daerah harus berjalan searah agar masyarakat tidak kembali menjadi korban dari konflik sosial yang berulang.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
