Menurut Abdul, RM meminta meminjam sepeda motor milik mandor. Permintaan itu tidak diberikan. Situasi kemudian memanas setelah RM diduga berusaha mengambil kendaraan tersebut secara paksa.
"Dia (RM) ingin mengambil paksa kendaraan ini, sehingga terjadi keributan, adu mulut di kemudian RM ini tidak diberikan pinjam motor oleh mandor sehingga inisiatif memanggil teman-temannya untuk melakukan pengeroyokan," katanya.
Polisi menyebut para korban sempat berupaya mempertahankan diri. Namun jumlah massa yang menyerang lebih banyak. Akibatnya, empat karyawan mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
"Langkah-langkah penyelidikan dari pihak polisi telah dilakukan. Untuk untuk penyidikan otomatis langsung ditangani oleh pihak Polres Sorong Selatan," tutupnya.
Sementara itu, General Manager PT Permata Putra Mandiri, Gita Mustika, mengatakan empat korban yang terluka masing-masing berinisial DS selaku mandor, NP sebagai asisten kepala, AP yang merupakan istri mandor, serta OB, anggota borongan.
"Sejumlah fasilitas tempat tinggal karyawan sebanyak 18 unit dirusak. Kaca kendala diepcahakan. Peristiwa itu menimbulkan kepanikan para pekerja," kata Gita.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
