Bappenas Jadikan Program ORISUN Raja Ampat Role Model Nasional Perlindungan Lansia

FELIX RUMPAISUM
Deputi Bappenas RI Maliki bersama Bupati Raja Ampat meluncurkan Program ORISUN untuk perlindungan dan kesejahteraan lansia OAP di Waisai. (Foto : iNewssorongraya.id - Fellum)

WAISAI, iNewssorongraya.id – Pemerintah pusat melalui Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki menegaskan bahwa dukungan penuh terhadap peluncuran Program ORISUN, program perlindungan sosial bagi lansia Orang Asli Papua (OAP) yang digagas Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Dukungan itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa isu kesejahteraan lansia kini mulai masuk dalam prioritas pembangunan nasional berbasis perlindungan sosial berkelanjutan. 

Pernyataan tersebut disampaikan Maliki usai menghadiri peresmian Program ORISUN bersama Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, di halaman apel Kantor Bupati Raja Ampat, Waisai, Sabtu (9/5/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-23 Kabupaten Raja Ampat. 

Peluncuran ORISUN tidak hanya menjadi simbol kepedulian daerah terhadap kelompok lanjut usia, tetapi juga membuka babak baru kebijakan perlindungan sosial berbasis kearifan lokal di Tanah Papua.

“Kami dari pemerintah pusat mendukung secara kebijakan. Kami memang sudah punya strategi nasional kelansiaan untuk mempersiapkan perubahan struktur penduduk kita,” ujar Maliki.

Dalam keterangannya, Maliki menyebut Program ORISUN menjadi langkah progresif karena Raja Ampat tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang secara khusus menjalankan program perlindungan dan pemberdayaan lansia secara berkelanjutan. 

Menurutnya, selama ini bantuan bagi lansia masih bersifat sementara, terutama saat pandemi COVID-19, dan belum memiliki skema khusus yang berjalan rutin serta terintegrasi.

“Program ini sudah berjalan di beberapa kabupaten termasuk Raja Ampat dan hal ini pertama kali dilakukan,” kata Maliki saat diwawancarai media. 

Dia menegaskan, pemerintah pusat saat ini tengah memperkuat strategi pembangunan nasional jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin kualitas hidup masyarakat sejak awal kehidupan hingga usia lanjut. 

Menurut dia, pembangunan nasional harus disiapkan secara matang sejak dini agar masyarakat hidup sehat, memiliki jaminan sosial yang kuat, serta tetap aktif dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya.
“Kita harus pastikan masyarakat lebih sehat, punya jaminan hari tua yang baik, dan tetap aktif secara ekonomi, sosial, maupun budaya,” jelasnya. 

Maliki juga menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok lansia yang selama ini belum memperoleh perlindungan sosial secara spesifik.

“Memang kita sudah mempunyai strategi nasional. Itu juga harus kita siapkan mulai dari awal. Kondisi ini menjadi dasar pertimbangan kebijakan ke depan,” ujarnya. 

Disisi lain, dukungan terhadap ORISUN juga terlihat dari kesiapan pembiayaan program yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan Otonomi Khusus Papua. 

Maliki menegaskan bahwa pendanaan program dapat bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). Ia menyebut Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebelumnya juga telah menjalankan Program PAITUA untuk membantu masyarakat lanjut usia. 

Karena itu, ORISUN dinilai menjadi kelanjutan sekaligus penguatan kebijakan perlindungan sosial di tingkat kabupaten.
“Pemerintah serta pemangku kebijakan sepakat bahwa sistem perlindungan sosial ke depan harus lebih terarah, inklusif, dan memiliki skema khusus yang menjamin kebutuhan lansia,” tegasnya. 

Ia mengatakan kebutuhan lansia tidak hanya menyangkut bantuan ekonomi, tetapi juga kesehatan, perlindungan sosial, hingga ruang sosial budaya agar kelompok rentan tetap mendapatkan perlindungan negara secara layak dan berkelanjutan. 

Isu tersebut, lanjut Maliki, akan menjadi salah satu pembahasan penting dalam penyempurnaan kebijakan jaminan sosial nasional di masa mendatang.

Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menegaskan Program ORISUN merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah terhadap jasa para lansia Orang Asli Papua yang telah menjaga dan merawat tanah Raja Ampat selama puluhan tahun. 

Menurut Orideko, program tersebut sengaja dicanangkan bersamaan dengan HUT ke-23 Raja Ampat sebagai simbol kepedulian daerah terhadap masyarakat usia lanjut.
“Program ORISUN ini adalah kebijakan daerah untuk melanjutkan kepedulian terhadap lansia Orang Asli Papua. Pendanaannya bersumber dari Otsus yang tertuang dalam APBD Kabupaten Raja Ampat,” tegasnya. 

Ia juga mengungkapkan filosofi nama ORISUN yang berarti “Matahari Terbenam”.
“Kebetulan nama saya Orideko yang artinya matahari terbit, sedangkan mereka para lansia ini adalah matahari terbenam. Kami ingin memastikan masa senja mereka tetap bersinar, terhormat, dan sejahtera sebagai bentuk rasa terima kasih atas pengabdian mereka merawat tanah ini,” pungkasnya. 

Peluncuran ORISUN kini dipandang bukan sekadar program bantuan sosial biasa, melainkan langkah strategis yang dapat menjadi model nasional dalam menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan sosial dan geografis berbeda dari daerah lain.

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network