Brimob Masih Disiagakan di Tambrauw, Antisipasi Konflik Susulan 

CHANRY SURIPATTY
Foto Dokumentasi Pasukan Brimob bersiaga saat pengamanan di Papua Barat Daya. [ FOTO : iNewsSorong.id)

Rinciannya, sembilan DPO terkait kasus pembakaran kantor distrik pada 2024, lima DPO dalam peristiwa 8 Maret 2026, serta delapan DPO dalam kejadian 16 Maret 2026, dengan sejumlah nama muncul berulang dalam beberapa laporan. 

Kemunculan identitas yang sama dalam berbagai kasus memperkuat indikasi keterlibatan jaringan yang sama dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut.

Polda Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh kasus hingga ke akar, termasuk membongkar kemungkinan adanya aktor utama di balik rangkaian kejadian tersebut.
“Kami juga memastikan akan menindak tegas setiap pelaku tindak pidana yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Barat Daya,” tegas Junov. 

Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif dengan memberikan informasi terkait keberadaan para DPO guna mempercepat proses penegakan hukum. 

Di tengah operasi yang masih berlangsung, aparat memastikan langkah pengamanan akan tetap diperkuat untuk menjamin stabilitas wilayah, sekaligus mencegah konflik baru di Tambrauw. 

 

Editor : Hanny Wijaya

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network